Osaka menggeliat di tidurnya, lalu membuka mata tidak lebar, mendapati seorang pria bersurai perak duduk di tepi lorong kayu yang mengarah ke taman, memunggungi. "Oh, kau sudah bangun." Gin menunjukkan wajahnya saat menoleh. Gadis bersurai hitam yang tidur dengan pose semrawutan itu mengerut dahi. “Gin-san?” dia menguap, “eh ... masih mimpi?” “Buka matamu lebar-lebar. Udah siang.” Osaka duduk, mengusap mata. Rambut pendeknya yang lebih mirip semak liar berkelak-kelok ke segala arah. H-huh, taman? Setahuku Asrama tidak bermodel tatami, batin gadis itu, masih belum memproses. Gin mengembus asap rokok dari pipa kuno yang dia hirup. "Selamat datang kembali di Wilayah Kerajaan Iblis, Osaka." "GHEH?" seru Osaka sampai terdengar ke pasar yang berada di bawah tempat tinggal si iblis putih.

