Chapter 51

538 Kata

Suasana apartemen terasa sangat mencekam. Semuanya masih bungkam, belum ada yang memulai berbicara. Hanya Oka yang bersuara mengajak bicara Bangga.  Akhirnya Tamara berani membuka suara, "Maaf Kak." Ujarnya, penuh rasa sesal.  Oka yang sedang mengajak Bangga bicara segera bangkit dari duduknya dan berpindah tempat—memberikan ruang untuk mereka membahas masalahnya.  "Aku salah! Bian gak salah! Aku yang jebak dia... aku kak," lirihnya dengan napas tersengal. Ia terus memukul dadanya, air matanya bercucuran membuat wajahnya menjadi basah.  Bian menggeram; marah menatap Tamara di depannya. Ivy mengusap punggung tangan Bian mencoba mencairkan emosi laki-laki itu.  Tamara menghapus air matanya pelan dan mencoba menjelaskan semuanya, "Aku di usir dari rumah, dan Bian bantu aku Kak. Hidupku b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN