Chapter 45

699 Kata

Tamara Makasih Bian. Aku lelah!  Bian terdiam lama memikirkan pesan dari Tamara. Segera ia buru-buru mengambil jaketnya, ia takut Tamara melakukan hal yang tidak-tidak.  "Mau kemana? Udah malem gini?" tanya Ivy yang hampir memejamkan matanya.  "Ada urusan. Sebentar." Langsung ia berlari menuju motornya. Dengan kecepatan di atas rata-rata Bian mengendarai motornya menuju apartemen.  Dengan kasar ia membuka pintu apartemen. Ia berlari kecil mencari keberadaan Tamara.  Bian membuka pintu kamar Ivy yang ditempati Tamara.  "Tamara!" panggil nya sedikit berteriak.  Ia mendengar suara tangis di dalam kamar mandi, dengan segera Bian membuka nya. Disana terlihat Tamara yang memegang pisau kecil.  "Jangan aneh-aneh!"  Tamara menatap Bian dengan mata sedihnya.  "Buat apa aku hidup? Hidup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN