Chapter 21

811 Kata

Bintang masih di rawat di UGD. Bocah itu dalam kondisi kritis dengan alat-alat medis yang terpasang di tubuhnya.  Samudera dan Aretha menunggu di rumah sakit. Bergantian Bian dan Ivy sekarang pulang terlebih dahulu.  "Gue masak dulu ya," ucap Ivy pelan.  Bian melengos berjalan ke arah kamar tanpa memperdulikan Ivy.  Mata Ivy berkaca-kaca menatap punggung Bian.  "Gue tau... Gue salah," lirihnya. Segera ia ke dapur untuk memasak. Mungkin ia akan memasak makanan yang sederhana saja seperti nasi goreng.  Ivy membuka pintu kamarnya perlahan. Di sana Bian sedang memejamkan matanya.  "Bian..." panggil Ivy, ia duduk di tepi kasur.  "Hmm," jawab Bian tanpa membuka matanya.  "Ayuk makan dulu," ajak Ivy. Ia memegang tangan Bian.  Bian menghempaskan tangan Ivy kasar. Matanya terbuka menunjuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN