27. Tentang satu cinta

1511 Kata

27. Tentang satu cinta Tian menggenggam cangkir kopi yang sedari tadi dia diamkan begitu saja. Terlalu asyik menikmati lamunannya yang terarah ke jalanan. Seolah lelaki itu tidak memiliki beban sedikit pun. Dia angkat cangkir kopinya, kemudian menyesapnya pelan dengan kelopak mata tertutup. Mencoba menikmati setiap sesap kopi yang menyapa lidahnya. Sayang, dia hanya merasakan hambar. Dia lupa, tadi memesan kopi hitam tanpa gula atau tidak? Karena rasanya hambar sekali. Ah, dia lupa. Karena perasaan. Membuat semua rasa yang menyapa lidahnya sehambar perasaan yang menyelimutinya sedari tadi. Tian masih menikmati kesendirian, membiarkan samar-samar obrolan orang-orang di sekitarnya menyapa. Membiarkan deru kendaraan di jalanan turut serta menemani hatinya yang sepi. Mungkin merasa kasiha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN