26. Tak Bertepi

1178 Kata

26. Tak bertepi Dengan d**a naik turun tak beraturan dan pikiran yang melayang memikirkan banyak hal, Tian melajukan mobilnya membelah jalanan siang ini menuju toko roti milik Yasmin. Sesekali genggaman tangannya di roda kemudi menguat, namun dengan cepat dia menarik napas pelan dan melonggarkan genggaman. Dia berulang kali menyuntikkan banyak pikiran positif, mengatakan jangan sampai terbawa emosi dan cemburu. Cemburu? Tak perlu disangkal karena itu yang hatinya rasakan saat ini. Entah cemburu karena Yasmin ternyata bertemu Ronald lagi atau karena dia tidak suka miliknya direbut orang lain. "Tian, kamu sudah dewasa. Jangan sampai hanya emosi sesaat kamu melepaskan milikmu yang paling berharga." Kalimat sang Ibu pada satu waktu, terbayang, menari di kepalanya. Membuat dia sekali lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN