25. Ingatan Lampau Tian mengulas senyuman teramat manis, keluar dari toko perhiasan di salah satu pusat perbelanjaan. Sebuah cincin bermata putih, yang tidak cukup besar memang, namun baginya itu terlihat memukau dan sangat indah. Seindah si pemilik jari yang akan dia sematkan cincin itu. Dengan langkah terayun ringan, Tian menuju ke pelataran parkir, dan segera memasuki mobil sport warna putihnya. Hari sudah malam, langit dihiasi taburan bintang dan cahaya bulan yang begitu terang. Dia sudah memesan jauh-jauh hari cincin bermata putih itu. Mengumpulkan dari hasil uang saku kuliahnya dan gaji bulanan dari pekerjaan paruh waktunya di kantor sang Papa. Malam ini, dia akan melamar gadis tercintanya. Seorang gadis pemilik bola mata terang yang selalu berbinar ketika bersamanya. Seorang gad

