Rafael Alfarizi

2336 Kata

Persahabatan mereka memang berantakan. Tak ada yang bisa memungkiri hal itu, bahkan mereka sendiri pun tampaknya enggan menyangkal. Apalagi setelah kejadian di basement hotel malam itu—kejadian yang menjadi titik balik dari semua dinamika yang sudah bertahun-tahun mereka jalani bersama. Rasanya seperti rumah tua yang rubuh pelan-pelan karena fondasi retak yang dibiarkan terlalu lama. Hampir dua bulan sudah berlalu sejak malam itu, dan semuanya terasa dingin. Luna, yang biasanya paling aktif di media sosial, kini tampak selektif dalam mengunggah video. Ia masih membuat konten, masih tampil dengan senyuman, tapi ada yang berbeda. Sorotan matanya tak lagi seceria dulu, dan orang-orang yang mengikuti akun media sosialnya pun mulai menyadari perubahan itu. Jika biasanya mereka berlima hampir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN