Tatapan Sendu

2295 Kata

Raisa duduk tenang di kursi roda yang didorong perlahan oleh Khalil. Lorong rumah sakit sore itu terasa sepi, hanya terdengar suara roda beradu lembut dengan lantai granit dan sesekali langkah kaki perawat yang melintas di kejauhan. Di sisi Raisa, bayi laki-laki mereka masih tertidur pulas dalam pelukan bidan yang membantu mengurus kepulangan hari ini. Sementara Raisa sendiri masih terlihat lelah, tetapi wajahnya bersinar oleh rasa syukur dan bahagia. Khalil tampak berhati-hati mendorong kursi roda. Sejak kelahiran sang putra, perasaannya berubah. Ada ketenangan yang baru, namun juga muncul tanggung jawab yang terasa dua kali lipat lebih besar. Bukan hanya sebagai suami, tapi kini sebagai ayah. Dan semua rasa itu, seperti menguatkan tekadnya untuk menjaga keluarganya sebaik mungkin—termas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN