Hubungan Talia dengan sahabat-sahabat lamanya memang masih jauh dari kata pulih. Hari-hari belakangan ini hanya mempertegas kenyataan itu. Ia menyadari, betapa keretakan yang dulu mungkin dianggapnya sementara, kini seperti jurang yang makin melebar, tak tahu bagaimana harus menjembataninya. Dan hari akikah anak Raisa menjadi salah satu bukti yang tak bisa disangkal. Ia datang dengan niat baik. Dengan pakaian sopan, senyum yang ditahan tetap di wajah, dan hati yang berulang kali meyakinkan diri bahwa kehadirannya bukan untuk membuat suasana menjadi keruh. Ia tahu, ini momen bahagia untuk Raisa dan Khalil. Dan ia tak ingin menodai itu. Tapi tak bisa ia pungkiri bahwa sejak melangkah masuk ke rumah Raisa hari itu, udara terasa dingin—bukan karena pendingin ruangan, tapi karena sikap dua ora

