Bagian dari Hidup

1825 Kata

Namun ternyata, pada akhirnya, ia tetap kalah. Kalah oleh rasa yang terlalu dalam. Kalah oleh sunyi yang terlalu pekat. Kalah oleh hati yang terlalu rapuh untuk terus berdiri sendiri. Ketika Jason mulai membuka pintu mobil, bersiap turun, seolah hendak menghilang lagi seperti bayangan yang datang dan pergi semaunya, Talia—yang sedari tadi hanya menatap ke luar jendela dengan wajah datar dan mata sayu—mengulurkan tangan. Bukan dengan tegas. Bukan dengan keberanian. Tapi dengan kelembutan yang nyaris patah. Ia menggenggam pergelangan tangan Jason, pelan, hampir ragu, namun cukup kuat untuk menghentikannya. Jason menoleh. Sekilas ada keterkejutan di matanya. Tapi ia tidak menepis genggaman itu. Ia hanya menatap Talia dengan diam, menunggu. Talia masih menunduk, tak berani menatap wajah pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN