Bulan berlalu bulan. Musim mulai berganti, dedaunan yang dulu hijau kini menguning, dan waktu seolah terus berlari tanpa pernah menunggu siapa pun. Bagi Raisa, kehidupan memang telah berubah drastis dalam hitungan bulan. Tiga bulan lalu, ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang kini menjadi pusat semestanya. Setiap pagi, tangis si kecil adalah alarm alami yang membangunkannya, dan setiap malam, suara napas bayi dalam tidurnya menjadi musik pengantar tidur paling menenangkan. Tapi, di balik semua rutinitas baru itu, Raisa menyimpan sesuatu yang tak bisa dijelaskan hanya dengan kata: kekosongan. Ya, ia kini adalah seorang ibu. Seorang dosen muda yang masih aktif mengajar. Ia bisa mengatur waktunya dengan cukup fleksibel, meski itu artinya kadang harus membawa berkas ujian ke ruang menyusu

