Setelah berkeliling di Tokyo Camii & Turkish Culture Center dan mengagumi kaligrafi Daichi, perut mereka mulai berbunyi nyaring—panggilan untuk makan siang. Semua sepakat untuk mencari tempat makan halal, dan setelah membuka aplikasi pencarian, mereka menemukan sebuah restoran yang cukup menarik perhatian: Halal Restaurant Tokyo, katanya menyajikan masakan Timur Tengah yang lezat. Raisa, yang sejak tadi sangat antusias berbicara tentang kaligrafi, memimpin langkah. “Ayo, kita makan dulu, baru lanjut ngobrolin kaligrafi yang tadi!” Luna, masih terpesona dengan seni yang baru saja mereka lihat, menyenggol Nayla sambil berbisik. “Kamu inget gak sih... kaligrafi yang Daichi buat tadi? Gila, keren banget, ya? Kayak ada kedamaian di setiap goresannya.” Nayla tertawa. “Iya, serius. Tapi aku le

