Myeondong

1900 Kata

Sore mulai merambat turun, tapi semangat geng pelancong kita justru semakin naik. Setelah rehat sebentar di hotel, mereka kembali menyusun barisan untuk petualangan malam di Myeongdong—surga belanja, skincare, dan street food-nya Korea Selatan. Raisa menggendong Rafael dengan gendongan ergonomis yang tampak seperti produk NASA. Rafael sendiri tampak siap tempur: jaket bulunya mengembang seperti marshmallow kecil, matanya waspada, dan tangannya sudah sigap menggapai apa pun yang melintas dalam radius satu meter. “Target malam ini jelas ya,” kata Mira sambil menyalakan mode ‘belanja hemat tapi kalap’ di otaknya. “Sheet mask. Lip tint. Sama... ehm... oppa-oppa tampan sebagai bonus visual.” Talia tertawa. “Tapi halal ya, oppanya. Minimal hafal surat Al-Fatihah.” Nayla ikut menimpali, “Dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN