Rasa yang Berubah

2002 Kata

Kamar hotel itu terbilang cukup luas dan nyaman. Desain interiornya modern, pencahayaannya hangat, dan aroma dari diffuser yang disediakan pihak hotel membawa suasana tenang, seolah menyambut siapa pun yang hendak melepas lelah. Tapi tidak ada yang lebih menenangkan daripada kehadiran orang yang dicintai. Khalil baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih sedikit basah, kaus yang ia kenakan pun masih terasa dingin setelah terkena uap air. Tapi tubuhnya terasa lebih segar, dan terutama, lebih tenang. Bukan hanya karena mandi, tapi karena akhirnya ia bisa berada bersama istri dan anaknya lagi-secara langsung. Bukan sekadar melalui layar ponsel yang selama ini menjadi jembatan kecil penawar rindu. Matanya langsung tertuju pada tempat tidur. Di sana, Raisa sudah berbaring. Posisi tubu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN