Perjalanan hari itu dimulai sejak fajar baru saja menyingsing di ufuk timur. Kuala Lumpur masih diselimuti udara pagi yang segar dan embun yang menggantung di dedaunan. Langit belum sepenuhnya cerah ketika rombongan kecil itu sudah bersiap meninggalkan hotel. Mereka tidak sempat menikmati sarapan hotel secara perlahan seperti hari-hari sebelumnya, karena hari ini rencana mereka padat, dan semua sudah disusun dengan rapi. Raisa bangun lebih dulu untuk menyiapkan kebutuhan Rafael. Ia tahu, pagi-pagi seperti ini bukan waktu yang menyenangkan bagi balita, tapi ia mencoba semaksimal mungkin membuat anaknya tetap nyaman. Dengan dibantu Khalil yang sigap menggendong Rafael sambil menenangkan rengekan kecilnya, mereka mulai membereskan semua barang. Untungnya semalam mereka sudah hampir selesai m

