Senja sudah lewat, langit malam mulai merambat turun, membawa serta dingin yang perlahan menyusup ke balik kaca mobil. Udara pegunungan yang semula segar mulai berubah seiring mobil yang membawa mereka melaju perlahan menuruni Genting Highlands menuju jantung Kuala Lumpur. Jalanan yang berkelok-kelok kini terasa lebih lengang dibanding siang tadi, lampu-lampu kendaraan dari arah berlawanan menjadi satu-satunya sumber cahaya selain remang interior mobil yang mereka tumpangi. Mereka berlima duduk dalam diam, masing-masing larut dalam lelahnya perjalanan seharian penuh yang dipadati kegiatan. Wajah-wajah mereka memancarkan keletihan, tapi tidak ada keluhan yang terucap. Mungkin karena kaki sudah terlalu pegal, atau karena kepala sudah terlalu penat. Tapi dari semua, jelas terlihat satu yang

