Penjegal Nindy

1913 Kata

Langkah Nindy terhenti begitu ia mendengar suara yang begitu tegas, keras, dan penuh ancaman. Tentu saja, ia langsung tahu siapa yang mengatakannya. Suara itu, meskipun lembut di telinga, memiliki kekuatan yang tak bisa disangkal. Ia menoleh perlahan, dan seketika matanya bertemu dengan mata perempuan tua yang tampak begitu dingin dan penuh kewaspadaan. Wanita itu, ibunya Khalil, berdiri di sana dengan sikap yang tak bisa dianggap remeh. Wajahnya yang tegas, dengan guratan usia yang sudah memudar oleh waktu, terlihat semakin tajam di bawah sorotan lampu malam yang temaram. Nindy terkejut, meski sebenarnya ia sudah menduga hal semacam ini akan terjadi. Perempuan itu, ibu dari suami Raisa, jelas tak akan tinggal diam begitu saja jika ia mendekati anak laki-lakinya. Ada yang berbeda dalam ca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN