Tatapan Iri

2061 Kata

Malam di Singapura itu terasa hangat, meski udara sedikit dingin berhembus di balkon tempat empat sahabat itu berkumpul. Lampu-lampu kota yang gemerlap tampak seperti taburan bintang buatan manusia di kejauhan. Di tengah suasana santai itu, gelas-gelas minuman dingin di tangan mereka mulai berembun, menunjukkan betapa lamanya mereka duduk berbincang. Percakapan pun bergulir, mengalir tanpa arah pasti, sampai akhirnya Luna bersuara, dengan senyum geli menggoda di bibirnya, "Aku yakin sih mereka udah saling jatuh cinta." Kalimat itu membuat Mira mengangkat alis sambil tertawa kecil. Nayla yang dari tadi hanya mengamati, tersenyum simpul walau enggan terlalu menunjukkan keakraban. Yang dibicarakan tentu saja Raisa dan Khalil. Dua nama yang akhir-akhir ini, tanpa mereka sadari, selalu membaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN