Malam itu, suasana Kuala Lumpur terasa lebih hangat dibandingkan Singapura. Lampu-lampu jalanan yang berkilauan, kendaraan yang ramai melintas, serta hiruk-pikuk kota metropolitan itu seolah menyambut kedatangan mereka. Namun di dalam taksi yang membawa Raisa, Talia, dan Rafael, suasana justru sebaliknya—tenang, hening, dan sedikit melelahkan. Raisa bersandar di kursi sambil mengelus kepala Rafael yang tertidur pulas di pangkuannya. Napas kecil anak itu terasa di lengan Raisa, membuat hatinya sedikit tenang meski tubuhnya sudah sangat lelah. Mengurus bayi di tengah perjalanan lintas negara memang bukan hal mudah, terlebih lagi ketika anak itu terus-menerus merindukan ayahnya. Bahkan sepanjang perjalanan tadi, Raisa harus berulang kali menenangkan Rafael yang merengek dan memanggil “Papa”

