Kejutan

2153 Kata

Dua hari setelah malam panjang Talia di bar, pagi yang berbeda menyambut langit Jakarta dengan mendung yang menggantung. Udara terasa berat, seakan menyimpan banyak cerita yang belum usai. Di tengah deretan gedung menjulang dan lalu lintas yang seperti biasa tak pernah benar-benar sepi, sebuah mobil berwarna hitam metalik berhenti di depan lobi sebuah apartemen di kawasan elit pusat kota. Dari dalam mobil itu, Raisa melangkah turun dengan hati-hati, bayi empat bulannya, Rafael, digendong erat dalam pelukannya. Wajahnya terlihat letih tapi berseri—sebuah campuran dari cinta seorang ibu yang tak pernah habis dan lelah yang tak bisa disembunyikan. Tubuh mungil Rafael terbungkus selimut bayi berwarna biru muda, tertidur pulas meski suara klakson dan deru mesin di sekitarnya terdengar begitu r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN