Arah Pulang

1964 Kata

Begitu melewati pintu, aroma khas apartemen Talia langsung menyambut mereka. Ada wangi kopi yang samar, bercampur dengan bau kayu dari lantai parket yang sedikit memanas karena AC yang diatur tak terlalu dingin. Langkah Mira mantap menapaki ruang tamu, sementara Raisa dengan hati-hati menidurkan Rafael di sofa panjang berwarna abu-abu yang tertata rapi di sudut ruangan. Bayi kecil itu berguling manja dalam gendongan ibunya, sebelum akhirnya tenang dalam tidur nyenyaknya. Jason, tanpa banyak bicara, langsung menuju dapur kecil yang menyatu dengan ruang tamu, mengambil beberapa gelas dan menyiapkan minuman untuk mereka. Seolah sudah terbiasa, seolah kehadirannya di apartemen ini adalah sesuatu yang normal. Namun tentu saja, bagi Mira dan Raisa, ini semua jauh dari normal. Mira, yang sejak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN