Talia baru saja membuka matanya ketika aroma nasi hangat dan ayam goreng menyambut indera penciumannya. Kepalanya masih sedikit berat, tapi ia bisa mendengar suara pelan dari luar kamar—tanda bahwa tamunya belum pulang. Ia duduk perlahan di atas tempat tidur, mencoba membiasakan matanya dengan cahaya yang masuk dari tirai jendela yang setengah terbuka. Ia melirik ke meja kecil di samping tempat tidur. Tak ada Jason di sana. Ponselnya pun sepi dari notifikasi, kecuali satu pesan singkat dari Jason yang berbunyi, "Makanannya udah datang. Aku pulang dulu, nanti kabarin kalau butuh apa-apa." Talia tersenyum tipis. Lelaki itu memang begitu. Selalu ada di waktu yang paling ia butuhkan, tapi juga tahu kapan harus pergi sebelum kehadirannya jadi beban. Ketika ia keluar dari kamar, Mira dan Raisa

