Suasana di ruang tunggu bandara terasa canggung begitu Talia tiba dan mendekati kelompok yang sudah duduk. Meskipun sudah cukup lama mereka tidak bertemu, perasaan tegang masih terasa, terutama karena Nayla dan Luna. Talia sadar betul kalau hubungan mereka belum sepenuhnya pulih. Dengan Mira dan Raisa, tentu saja suasananya lebih santai. Mereka bisa saling tersenyum dan berbincang, tapi dengan Nayla dan Luna, rasanya masih ada jarak yang mengganggu. Talia berhenti sejenak di pintu masuk ruang tunggu, mengamati teman-temannya yang sudah lebih dulu duduk. Nayla dan Luna duduk saling berhadapan, dan meskipun mereka sedang mengobrol, ada ketegangan yang tak bisa disembunyikan. Senyum-senyum yang diberikan tampak sedikit dipaksakan, dan kadang-kadang, ada keheningan yang menekan, seperti ada k

