Pagi itu, matahari baru saja merangkak naik, sinarnya masih lembut membelai aspal jalanan yang basah oleh embun. Suasana di dalam mobil terasa hangat, nyaman, meski hanya diisi suara musik pelan yang mengalun dari speaker. Raisa sibuk merapikan berkas-berkas di pangkuannya, bersiap untuk pertemuan dosen pagi ini. Sementara Khalil, dari kursi belakang tempat ia duduk santai, tak pernah benar-benar melepaskan pandangannya dari istrinya. Mereka menempuh perjalanan dari Palembang menuju Indralaya, menyeberangi jalanan panjang yang pagi itu tampak lengang. Biasanya, Khalil jarang sekali ikut mengantar Raisa sejauh ini kecuali ada urusan pekerjaan yang membawanya ke sekitar kampus UNSRI. Tapi hari ini berbeda. Tak ada jadwal rapat mendesak, tak ada agenda resmi. Hanya dorongan dalam hati, keing

