98 | Pagi Yang Cerah

1114 Kata

"Kamu mau ke mana?" Barra menahan tangan istri ketika wanita itu hendak turun. "Katanya tadi mau tidur lagi abis salat." Annisa mendelik sebal ke arah suaminya. "Masalahnya dari tadi juga Mas nggak biarin aku tidur." Barra tersenyum meringis sembari menggaruk kepala. "Ya udah. Sekarang kamu tidur aja. Aku gak ganggu kamu lagi." "Perasaan dari tadi juga ngomongnya gitu tapi tetep aja Mas gangguin aku terus." "Kali ini enggak. Aku beneran serius nggak akan ganggu kamu lagi," ujar Barra, meyakinkan sang istri. "Nggak bisa, Mas. Aku harus bikin sarapan. Takutnya anak-anak keburu bangun." "Udah, kamu tenang aja. Urusan anak-anak biar aku yang beresin. Kamu istirahat aja." Barra menarik tangan sang istri agar kembali berbaring. "Nanti aku bikin sarapan untuk mereka." Annisa menurut. "Tap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN