"Hai, Annisa!" Sang pemilik nama menoleh saat mendengar seseorang menyebut mamanya. "Tante Ariani? Kok Tante di sini?" "Sengaja. Tante mau ketemu sama kamu," jawab Ariani. "Oh." Annisa hanya menjawab singkat, masih merasa canggung ketika bertemu dengan seorang wanita yang mengaku sebagai saudaranya tersebut. "Jadi kapan kamu mau nengok kakek kamu, Nisa?" Wanita paruh baya yang masih terlihat muda itu bertanya. "Maaf, Tante. Saya belum bisa kalau sekarang. Saya belum bicara dengan suami saya," ujar Annisa, seadanya. Ia memang lupa bercerita tentang hal itu pada suami. Ariani menghela napas panjang, raut wajahnya tampak muram. "Padahal kakek pengen banget ketemu sama kamu. Selama Beliau sakit yang ditunggu hanya kedatangan kamu, cucu dari putra kesayangan." Ia tertunduk sedih. "Maaf,

