Sabiya diam menatap Romeo yang baru saja memasuki ruang rawatnya. Suaminya itu baru saja mengurusi segala hal sebelum Sabiya pulang pagi ini. Merasa sedikit tidak enak hati mendapati Romeo tanpa setelan kerjanya. Tahu betul, suaminya adalah tipe penggila kerja. Dan mendapati pagi ini Romeo masih berkeliaran tanpa jas dan dasi itu semakin membuat Sabiya merasa bersalah. Suaminya terlalu memperhatikannya sampai merelakan barang satu hari untuk menjemput Sabiya di rumah sakit dan mengantarkannya pulang. Sejak kemarin sore Romeo memang selalu sigap berada di sampingnya. Walaupun tidak ada pembicaraan berarti di antara mereka. Romeo yang sesekali bercerita namun Sabiya yang enggan merespon. Begitu seterusnya. Sampai tidak sekalipun keduanya sekadar membahas kepulangan Sabiya pagi ini. Untuk

