57 | Rumah Mertua

1583 Kata

Hujan kembali turun membasahi perkotaan. Menimbulkan bau tanah yang menyengat penciuman namun nampak sopan dan disukai beberapa orang. Menyisakan udara dingin yang menusuk sampai ke tulang. Membuat siapa saja lebih memilih mengeratkan baju hangat atau sekadar berbincang di ruang tengah sembari menikmati teh hangat. Berbeda dengan Sabiya yang justru diam di dalam mobil. Menatap keluar jendela yang sudah buram diisi titik-titik air hujan. Memperhatikan tetesannya yang perlahan mengalir dan digantikan tetesan lainnya. Membuat Sabiya hanya bisa terpaku pada satu titik yang sama dan mengabaikan sang suami yang sedang fokus menyetir. Atmosfernya berbeda. Dan hal ini cukup membuat Romeo tidak nyaman dalam berkendara. Sesekali melirik Sabiya yang masih enggan membuka mulut. Justru menyibukkan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN