Part 22

1283 Kata

Part 22Rindu Suami Pertama Sepeninggal Ardi, Andini terus meratapi nasibnya yang tiba-tiba dicerai begitu saja. Sedangkan bayinya kemudian diam dengan sendirinya. Tertidur dengan mulut mungil yang kini mengisap ibu jarinya sendiri. Mungkin bayi berusia enam bulan itu sudah lelah menangis seperti sang ibu. Andini benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi hidup ke depannya hanya berdua dengan bayinya. Kini, ia sudah menjadi janda untuk kedua kalinya di usia yang baru dua puluh lima tahun. Andini mengusap wajahnya kasar, tangisnya pun sudah mulai berhenti. Yang tersisa hanya kelelahan yang amat sangat di jiwa dan raganya. Pelan kemudian, ia beringsut ke tempat tidur. Lalu, merebahkan tubuh kurusnya di sebelah Mentari yang sudah tertidur pulas. Andini menggenggam dan mencium tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN