Part 26Cinta Diam-Diam “Maaf, Mbak Windi. Aku tahu, Bang Hendra pasti belum bisa memaafkan semua kesalahanku, tapi kalau boleh, aku ingin tetap di sini dulu. Aku akan merawat Bang Hendra sampai sembuh, setelah itu aku baru pergi dari sini.” Andini bicara kepada Windi, ketika ia ikut membantu memasak di dapur pada sore harinya. “Iya, gak apa-apa. Aku senang Mbak Dini punya niat seperti itu. Semoga hati Bang Hendra bisa dilembutkan kembali, ya?” Windi tersenyum menatap wanita berusia dua puluh lima tahun itu yang tidak menyerah, meskipun ia tahu Hendra dan Andre membenci ibu kandung Arjuna itu. “Oh, ya, Mbak, aku mau pinjam mukenanya, boleh?" pinta Andini tiba-tiba tergerak ingin melaksanakan salat yang selama ini sering ditinggalkannya. “Tentu saja boleh, sebentar ya, aku ambilkan muken

