Chapter 21 - Hurt

1618 Kata

“Hahahaha…” Gendis tertawa puas setelah meninggal Gyan yang sekarang mungkin membutuhkan air dari pemadam kebakaran untuk mendinginkan otak dah hatinya. Enak saja pria itu membuatnya kesal, pantang untuk Gendis tidak membalas orang yang membuatnya marah. “Kamu kenapa ketawa?” tanya Andre yang pada siang ini terlihat sangat anak muda, pria itu hanya mengenakan kaos dan jelana jeans. Plus sneaker yang membuatnya makin kece. Walaupun terlihat sederhana, tapi bagi orang yang jeli dan paham, harga pakaian pria itu tidak main-main. “Enggak papa, cuman tadi aja yang lucu,” jawab Gendis sambil menyengir. “Oh, iya, kamu ke Mall mau beli sesuatu?” Andre baru saja ingin mengatakan tujuannya darang ke Mall ingun makan siang namun jika Gendis ingin membeli sesuatu, maka mereka akan berpisah kan? Pr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN