3. Pertemuan Dua Insan Kembali

1103 Kata
Tangan Angela gemetaran, wanita itu kembali ke tempat duduknya dengan d**a yang bergemuruh sangat hebat. Angela menjatuhkan bokongnya dengan tatapan berkaca-kaca, bahkan banyak orang yang mengucapkan selamat kepada Angela tapi tidak mendapatkan jawaban apapun dari wanita itu. Pikirannya melayang ke tiga tahun silam saat dia dengan bodohnya telah memutuskan hubungannya dengan Marchello tanpa penjelasan lebih kepada lelaki yang sampai saat ini masih dia cintai. Banyak lelaki yang berusaha dekat dengan dirinya, namun perasaan cintanya kepada sang mantan kekasih membuat hatinya tidak bisa lagi membuka hati untuk lelaki lain. Belum lagi rasa bencinya akan sebuah pernikahan membuat Angela belum memikirkan untuk membina rumah tangga dengan siapapun. "Selamat atas penghargaanmu, Nona Angela." Sebuah tepukan di bahu Angela membuat wanita itu tersadar ke alam nyata. Angela mengangguk dan berusaha tersenyum menutupi kegugupannya. Wanita itu menerima uluran tangan selamat dari tamu undangan lain yang turut datang menghadiri acara tersebut. Sorot mata tajam terasa menusuk kulit mulusnya saat ini. "Terimakasih," ucap Angela tersenyum lembut. Tanpa sepengetahuan Angela, Marchello menyunggingkan senyum sinisnya kepada wanitanya beberapa tahun silam yang kini berada dalam satu acara yang sama dengannya. Beraninya wanita itu menampakkan senyuman selugas itu di hadapan banyak orang setelah menghancurkan hatinya tak bersisa! "Katakan kepada CEO acara ini, minta adakan jamuan makan malam kepada seluruh pemenang malam ini juga. Aku yang akan membayar semua tagihannya," ucap Marchello kepada Fahlefi selaku asisten pribadinya yang merangkap sebagai sekretarisnya. "Baik Pak," jawab Fahlefi kepada Marchello. Kepribadian Marchello berubah drastis sejak tiga tahun yang lalu. Semua keluarganya tidak ada yang tahu apa yang membuat lelaki itu berubah. Marchello juga lebih sering putus nyambung dengan banyak wanita padahal umurnya sudah bisa dibilang sangat pas jika lelaki itu akan berumah tangga dengan wanita pilihannya. Membicarakan pernikahan, Marchello selalu marah dan kesal jika ada yang memaksanya menikah meskipun dia adalah keluarganya sendiri. Fahlefi langsung menghubungi salah satu anak buahnya untuk menyampaikan pesannya kepada salah satu pimpinan acara tersebut. Tidak berapa lama, Fahlefi mendapatkan jawaban bahwa mereka telah menyetujui permintaan Marchello dan dengan secepatnya akan mengadakan jamuan makan malam di sana. Satu jam setengah, akhirnya acara itu sudah selesai. Marchello melihat Angela berjalan dengan tamu undangan yang lainnya. Wanita itu tertawa dengan tamu yang lainnya hingga membuat darah Marchello mendidih sekarang ini. Bisa-bisanya wanita itu bersikap biasa saja setelah bertemu Marchello yang telah dia patahkan hatinya tiga tahun lalu. Wanita itu benar-benar tidak memiliki hati dan perasaan. "Tuan Marchello, maaf baru bisa menyapa Anda sekarang," sapa pimpinan acara itu kepada Marchello. "Pastikan Angela Joanna ada dalam jamuan makan malam kita," ucap Marchello tanpa menatap lelaki itu. "Baik Pak, saya akan memastikannya atas perintah dari Anda," ucapnya memanggil salah satu panitia acara untuk segera menemui Angela Joanna dan meminta wanita itu ikut dalam jamuan makan malam. Salah satu panitia acara berlari kecil memanggil Angela yang baru saja menghampiri asisten pribadinya. Kening Angela berkerut tatkala panitia acara memanggilnya dengan nada tergesa-gesa tidak sabar. "Nona Angela Joanna," panggil salah satu kru acara berlari menghampiri Angela dengan napas ngos-ngosan. Angela menaikkan satu alisnya, wanita itu menyerngitkan keningnya menatap lelaki yang menjadi salah satu kru acara tersebut terlihat sangat panik memanggil namanya. "Iya ada yang bisa saya bantu?" tanya Angela menaikkan alisnya bingung. "Pimpinan meminta Anda ikut acara jamuan makan malam setelah ini, Anda bisa datang kan?" tanya kru acara kepada Angela. Angela menatap Jesselyn dan Kiara, mereka berdua mengangguk pertanda bahwa Angela sudah tidak memiliki acara lagi setelah ini. "Kalian boleh pulang dan beristirahat, aku bisa naik taxi nanti," ucap Angela kepada asisten dan sekretarisnya yang sudah paham benar jika mereka sangat kelelahan karena bekerja sangat keras hari ini. "Baik bu, kami permisi," jawab Kiara dengan formal. Kru acara tersebut mempersilahkan Angela Joanna untuk mengikutinya menuju ruangan yang akan digunakan untuk jamuan makan malam. Mereka memasuki salah satu ruang pertemuan yang kini sudah disulap dengan banyak sekali makanan dan aneka minuman memenuhi isi ruangan. Padahal, mereka hanya memiliki waktu dua jam sejak Marchello melayangkan perintahnya. Ada banyak pemenang yang sudah berada di sana, Angela merasa sangat tidak nyaman berada dalam jamuan makan malam seperti ini karena kebanyakan dari mereka pasti menyombongkan harta dan kesuksesan mereka. Bolehkah Angela pergi saja dari sana? "Nona Angela Joanna," sapa seseorang di belakang Angela berdiri. Angela menoleh, salah satu pimpinan produksi acara tersebut menghampiri Angela. "Selamat atas penghargaannya," ucapnya tersenyum kepada Angela. Angela menerima uluran tangan lelaki itu dan membungkukkan badannya hormat, salah satu etika yang selama ini membuat banyak orang berdecak kagum karenanya. Angela memang sosok wanita rendah hati, tidak membeda-bedakan seseorang. "Terimakasih sudah menjadikan saya salah satu pemenangnya," pungkas Angela tersenyum kepada lelaki itu. "Tidak masalah, kamu memang layak mendapatkannya," katanya memuji keberhasilan Angela di usianya yang masih sangat muda. Pimpinan produksi itu meminta Angela untuk duduk di meja khusus untuk tamu yang khusus pula. Angela sama sekali tidak merasakan keanehan sepanjang lelaki paruh baya tersebut menyambutnya dengan sangat hangat. "Sebentar, saya punya tamu special malam ini," ucapnya meninggalkan Angela di sana sendirian untuk menjemput tamu spesialnya malam ini. Angela tersenyum menyapa para tamu undangan yang menjadi tamu khusus jamuan makan malam itu. Suara langkah kaki yang berhenti di depannya membuat Angela mendongakkan wajahnya, mata mereka bertemu. Ada kilatan terkejut begitu Angela melihat Marchello berada di sana. "Nona Angela, perkenalkan dia Tuan Marchello dari Corlyn Company dan Carollino Corp." Angela berdiri, wanita itu membungkuk hormat tanpa berniat mengulurkan tangannya mengajak lelaki itu bersalaman. Debaran jantung Angela membuat keringat sebiji jagung membasahi keningnya. "Senang bertemu dengan Anda, Tuan Marchello," ucap Angela dengan memejamkan matanya, merasakan tatapan menusuk Marchello yang bisa saja mengulitinya hidup-hidup saat ini. "Dongakkan wajahmu, aku ingin melihat wajah Direktur Wanita Paling TOP di acara ini," kelakar Marchello dengan nadanya terdengar sangat mengejek. Angela mendongakkan wajahnya, dia memberanikan diri untuk beradu mata dengan Marchello saat ini yang tidak pernah Angela bayangkan sebelumnya. "Ternyata kamu semakin cantik," papar Marchello dengan raut wajahnya datar tidak berekspresi. Hanya Angela dan Fahlefi yang mengerti kalimat Marchello barusan karena lelaki itu sengaja memakai Bahasa Indonesia untuk memberikan kalimat sarkasnya kepada Angela. "Terimakasih atas pujian Anda," ucap Angela mencoba menetralkan detak jantungnya saat ini. Pimpinan produksi memanggil pelayan untuk mengantarkan makanan kepada Angela dan juga Marchello. "Sepertinya saya harus pindah tempat duduk saja Pak, saya merasa tidak enak satu meja dengan tamu VIP Anda malam ini," elak Angela yang tidak tahan lagi dengan tatapan mata Marchello saat ini. "Kenapa? Kamu mau pergi dariku lagi?" tanya Marchello membuat Angela berdebar saat tangan Marchello menyekal tangannya ketika dirinya hendak berdiri dari sana. Marchello tersenyum devil, kali ini Marchello tidak akan membiarkan Angela pergi dengan mudahnya setelah tiga tahun lamanya Marchello menahan dirinya agar tidak menemui wanita yang telah membuatnya jatuh ke dalam jurang kehancurannya. "Kembali duduk di tempatmu!" titah Marchello penuh peringatan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN