9. Kecantikan Yang Murni

1246 Kata
Kedatangan Marchello dan Fahlefi di kantor kepolisian kota membawa angin segar bagi tim legal yang mendampingi ayah dari Angela. Mereka secara khusus mendapatkan informasi tentang delik pidana aduan kepada Donathan. Penipuan uang perusahaan, kejahatan korporasi membuat Donathan harus digelandang oleh petugas kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbutan yang sekalipun tidak pernah dilakukan Donathan sepanjang lelaki itu merintis usahanya hingga sampai detik ini. Penasihat hukum Kerajaan France datang menyambangi Marchello dan mengungkapkan apa yang telah terjadi. Lelaki itu mendengarkan dengan cermat tentang semua duduk permasalahan hingga Donathan harus mendapatkan rasa malu seperti sekarang. Marchello tidak menyangka, bahwa Donathan justru menjadi pihak disalahkan ketika proyek yang sudah mereka sepakati tidak berjalan seperti kesepakatan semula dikarenakan dana proyek digelapkan oleh manager keuangan perusahaan Donathan. Kebodohan Donathan sebab terlalu percaya dengan orang lain dan tidak mempunyai rasa curiga sedikitpun. “Berapa kerugian yang disebutkan oleh pelapor?” tanya Marchello kepada penasihat hukum mereka. “Sampai sekarang bukti menunjukkan kerugian mereka senilai dua belas triliun, Tuan Marchello,” jawab lawyer yang mendampingi Donathan. Sontak saja manik mata Marchello terbelalak sempurna. Dua belas triliun merupakan nilai fantastis yang tidak sedikit nilainya. Marchello meminta salinan surat laporan dari pengacara mereka. Apa yang diutarakan oleh pengacara tampaknya benar adanya. Di sana tertera sejumlah tujuh ratus delapan puluh lima ribu dollar AS, yang setara dengan dua belas triliun rupiah. Marchello menggelengkan kepala, bagaimana bisa perusahaan semudah itu memberikan kepercayaan keuangan sebesar ratusan ribu dollar kepada manager keuangan tanpa memperketat security keuangan perusahaan sebelum uang dapat dikuasai orang lain. Marchello menyayangkan pemikiran Donathan yang mengira kepercayaannya kepada manager keuangan di perusahaannya mengalahkan akal sehat dalam dunia bisnis. Dunia bisnis tidak mengenal teman lama maupun kerabat baik, mereka harusnya bekerja sebagaimana mestinya tanpa perlu memikirkan hubungan di luar pekerjaan. Marchello pikir pemikiran tersebut hanya tersimpan di negara Asia Tenggara saja, tampaknya keseringan menjalin kerjasama dengan perusahaan dari benua Asia Tenggara membuat Donathan melupakan etos kerja dalam dunia bisnis yang selama ini telah membesarkan namanya. “Apakah pelapor sudah dapat dihubungi?” tanya Marchello. “Sudah, tetapi mereka masih bersikukuh menyelesaikan perkara ini di dalam persidangan,” ujar penasihat hukum. “Atur jadwal pertemuanku dengan mereka, kalau perlu malam ini minta waktu untuk bertemu denganku,” kata Marchello. Lelaki itu ingin membicarakan laporan yang berupa delik aduan ini kepada para pihak dirugikan dalam kasus ini agar jalan keluar dapat mereka tentukan di luar proses pengadilan. Marchello teringat harapan yang diberikan oleh Angela Joanna tentang kebebasan sang ayah kepada Marchello. Marchello tidak mau jika Angela merasa sedih dan terpukul saat mengetahui sang ayah menghadapi permasalahan krusial seperti sekarang. Marchello telah melantunkan janjinya bahwa kebebasan dari ayah Angela merupakan tanggungjawabnya selama dia mampu melakukannya. Marchello malam ini tak dapat menemui Donathan hingga waktu investigasi selesai dilakukan. Lelaki tampan tersebut meminta para penasihat hukum untuk menemani Donathan sepanjang malam untuk memberikan keterangan dan kesaksiannya. “Aturlah semuanya, jika perlu aku siap menjadi penanggungjawab penangguhan penahanan beliau,” kata Marchello. “Kami akan mengupayakan sebaik mungkin, namun penangguhan penahanan sepertinya hanya bisa dilakukan ketika pihak kejaksaan berada di dalam pihak kita,” jelas penasihat hukum. “Aku sangat bergantung kepada tim kalian. Jangan mengecewakan,” ucap Marchello penuh harap. “Anda tenang saja, Tuan Marchello,” sambung mereka meyakinkan. Sisa malam ini, Marchello meminta kepada Fahlefi untuk siap sedia memberikan dia perkembangan atas jalannya kasus yang menimpa Donathan. Bahkan malam ini Marchello tidak dapat tidur dengan nyenyak. Lelaki itu menantikan kabar balik dari pihak pelapor agar dirinya bisa diperkenankan bertemu mereka dan membicarakan jalan keluar bersama-sama. Marchello juga mendengar bahwa Donathan tidak mengakui segala tuduhan dan sampai sekarang ayah dari dua putri cantik tersebut tak berkenan mencicipi minuman maupun makanan yang diberikan oleh kepolisian kepada dirinya. Sepanjang malam, Marchello menantikan informasi agar dirinya bisa segera mengambil keputusan terbaik. Hingga pagi tiba, Fahlefi menghubungi Marchello bahwa pihak pelapor berkenan bertemu dengan Marchello, tanpa didampingi oleh penasihat hukum mereka satu sama lain. “Baik, katakan pukul sembilan malam aku akan menunggunya di hotel kerajaan,” kata Marchello dalam panggilan teleponnya bersama Fahlfi. Marchello segera menghubungi Angela, lelaki itu mengirimkan alamat dimana dia akan bertemu dengan pihak pelapor. Semula Marchello memang berpikir jika dirinya bisa menemui pihak pelapor seorang diri, namun sepertinya ada baiknya jika Marchello melibatkan Angela sebagai anak dari Donathan dalam menentukan jalan keluar dari semua ini. Tidak berapa lama setelah mendapatkan telepon dari Marchello, Angela bergegas bersiap diri. Wanita itu meyakinkan ibunya bahwa dirinya dapat menghandle semuanya bersama Marchello. Kepercayaan diri Angela meningkat drastis ketika Marchello berada di sisinya. Angela juga merasa tidak ada hal yang perlu Angela khawatirkan saat Marchello dapat dia jadikan pegangan mencari solusi dari musibah yang tengah menimpa keluarga Angela. Angela berangkat menggunakan taxi, wanita cantik tersebut berpikir bahwa mobil pribadinya akan berguna bagi sang ibu yang nantinya ingin bertemu dengan sang ayah di kantor kepolisian. Untuk itu Angela memilih menggunakan kendaraan umum, taxi online. Dalam perjalanannya, Angela terlihat sangat gelisah dan dirundung kecemasan mendalam. Beberapa kali Angela menghela napasnya panjang, meraup udara di sekitarnya dengan tarikan napas seperti tengah dirundung perasaan tidak karuan rasanya. “Marchello Archelous Carollino,” kata Angela menyebutkan nama lengkap Marchello kepada security yang berjaga. “Beliau sudah menunggu di restoran, Nona,” jawab security menganggukkan kepala memberikan hormat. “Terimakasih,” ucap Angela tersenyum. Wanita itu lantas menuju restoran menggunakan lift, suasana restoran tampak sepi. Di tengah kakinya melangkah, Angela dapat melihat pantulan dirinya dari dinding kaca di sana sehingga wanita itu berhenti sejenak dan memandang penampilannya kali ini hingga membuat Angela memberikan penilaiannya sendiri terhadap pakaian yang dia kenakan sekarang. Apakah dia sudah tepat menggunakan setelan blazer formal berwarna biru denim dengan dalaman berwarna putih? “Akhirnya kita dapat bertemu di sini, Angela Joanna.” Angela lantas menoleh ke belakang, dia sungguh terkejut menyaksikan lelaki berumur empat puluh tahunan tengah menatap Angela dengan pandangan menilai. Namun pandangan matanya sungguh membuat Angela merasa tidak nyaman. Wanita itu mundur ke belakang untuk memberikan jarak di antara mereka berdua. Siapa lelaki di depannya sehingga berkata selugas itu di hadapan Angela tanpa sopan santun seperti ini? “Maaf, apakah kita berdua saling mengenal?” tanya Angela penasaran. “Kau pasti mengenalku. Aku Robert Palson,” kata lelaki di depannya. Rambut cepak berwarna pirang, manik mata abu-abu sangat kontras dengan kulit putihnya. Sayangnya Angela tidak mengagumi paras lelaki di depannya. Ya, Angela mengenalnya, dia adalah salah satu pelapor yang membuat ayah Angela harus mengalami rasa malu atas perbuatannya. “Senang bertemu dengan Anda,” seloroh Angela membungkuk singkat. “Justru aku yang menantikan pertemuan di antara kita berdua. Aku sangat penasaran bagaimana paras cantik anak bungsu Sir Donathan jika dilihat secara langsung,” ucap Robert Palson. “Saya tidak secantik itu,” jawab Angela sungkan. Tanpa Angela sadari, tangan Robert Palson hendak menyentuh pipi Angela sebelum sebuah tangan kekar menghentikan tujuan lelaki itu. Di belakang Angela, kini Marchello berdiri seperti seorang bodyguard yang siap sedia melindungi Angela dari segala macam situasi buruk. Robert Palson merasa terkejut atas kedatangan Marchello, begitu pula Angela. Wanita itu seperti mendapatkan perlindungan saat melihat Marchello telah berdiri di belakangnya. Angela langsung meringset ke belakang tubuh kekar Marchello, menunjukkan bahwa dirinya juga merasa tidak nyaman dengan kedekatan di antara dirinya dan Robert Palson. “Saya rasa terlalu lancang berinteraksi fisik dengan wanita yang baru saja Anda temui, Tuan Palson,” sindir Marchello tanpa kenal takut. “Saya hanya mengagumi kecantikan dari Nona Angela Joanna,” elak Robert Palson. “Kecantikannya yang murni dapat ternodai jika sembarang orang bisa mendekatinya. Bukan begitu?” sambung Marchello. Pandangan mata coklat terang tersebut tampak menusuk dan tidak terima.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN