Kecanggungan tampak begitu terasa dalam pertemuan Marchello dan Angela dengan salah satu pihak pelapor yang mewakili pihak mereka. Marchello merasa dirinya tidak dapat bersikap ramah kepada Robert Palson sebab dirinya telah melihat secara langsung bagaimana cara Robert Palson memperlakukan Angela Joanna seperti tengah merendahkan wanita.
Sekalipun Marchello memang tidak mempunyai hubungan khusus dengan Angela Joanna, akan tetapi perasaannya sebagai seorang lelaki yang memang harus menjaga dan menghormati harga diri wanita tidak bisa melihat mantan kekasihnya diperlakukan buruk seperti itu oleh orang asing, Robert Palson. Sekalipun Robert Palson ialah pihak pelapor, bukan berarti Marchello akan bersikap ramah kepada lelaki yang umurnya telah memasuki kepala empat tersebut di saat dirinya sendiri tak mampu menghormati seorang wanita.
“Sepertinya ada baiknya kita berbicara sambari duduk, Tuan Marchello,” kata Angela bersikap formal.
Ucapan Angela diangguki oleh Marchello. Lelaki itu menatap Robert Palson singkat seperti memberikan kode bahwa mereka bisa berbicara di table restoran yang sebelumnya telah dipesan Marchello selaku kerabat keluarga kerajaan. Tidak semua orang bebas lalu lalang memasuki hotel kerajaan, kalau mereka tidak terdaftar sebagai anggota keluarga kerajaan.
Dan pagi ini Marchello mengundang dengan hormat Angela beserta Robert Palson untuk membicarakan perihal kasus yang tengah menimpa ayahanda dari Angela Joanna. Mereka disambut baik oleh para waiters resto yang sejak tadi telah mempersiapkan ruangan restoran tersebut sedari pagi.
Para tamu lainnya telah dialihkan untuk makan pagi di outdoor demi menciptakan suasana kondusif dalam pertemuan Marchello bersama dua tamu undangannya. Marchello menginginkan privasi mereka tetap terjaga agar mereka bertiga dapat leluasa membicarakan kesepakatan jalan keluar dari permasalahan yang terjadi.
“Silahkan duduk, Tuan Robert Palson,” kata Marchello mempersilahkan tamunya.
Robert Palson pun mengikuti intruksi dari Marchello. Ketiganya duduk saling berhadapan satu sama lain dengan Angela Joanna duduk di samping Marchello saat ini berada. Sejak awal, pandangan mata Angela Joanna mengarah kepada Marchello yang tampak menyimpan kemarahan di dalam dirinya. Angela tidak tahu mengapa raut wajah Marchello seperti orang tengah meredam amarahnya sendiri, mungkinkah Marchello tidak terima saat lelaki lain berusaha untuk menggoda Angela?
Membayangkan ekspresi muka Marchello beberapa saat lalu malah membuat degup jantung Angela berdetak tidak karuan rasanya. Tanpa dapat Angela tahan, wanita itu tersenyum simpul membayangkan Marchello masih menyimpan perasaan peduli terhadap dirinya. Semula Angela berpikir mungkin Marchello telah acuh dan sudah enggan lagi berurusan dengan Angela.
Rupanya semua pemikiran Angela keliru, mulai dari Marchello berniat mengantarkan Angela kembali ke rumahnya, kemudian saat Marchello turut serta terlibat membantu menangani kasus delik aduan yang ayah Angela terima, lalu memberikan tumpangan kepada Angela dan ibunya beserta manager Angela di apartemen pribadi lelaki itu, dan sekarang Marchello menjembatani pertemuan Angela dengan salah satu perwakilan dari pihak pelapor.
Pelayan resto memberikan mereka satu per satu buku menu. Bahkan chef di hotel tersebut secara langsung memberikan pelayanan menjelaskan tentang keunggulan menu di hotel kerjaan tempatnya bekerja saat ini. Marchello menyebutkan menu makanan yang dia inginkan, begitu pula Angela, dan Robert Palson.
“Kalian bisa meninggalkan kami sampai makanan tiba,” pinta Marchello.
“Baik, Tuan,” jawab pelayan restoran mengangguk.
Ini adalah salah satu cara Marchello untuk melidungi privasi mereka bertiga tentang pembahasan yang akan mereka paparkan. Marchello menoleh sekilas ke arah Angela Joanna, dan kini pandangan Marchello dia fokuskan kepada Robert Palson di depannya.
“Saya perwakilan dari pihak terlapor, ada baiknya permasalahan ini dapat kita selesaikan di luar jalur litigasi,” ucap Marchello kepada Robert Palson.
“Apakah ada jaminan bahwa uang yang telah raib dapat dikembalikan pada pihak kami? Tentu dari semua penipuan ini, jelas-jelas pihak kami yang sangat dirugikan,” kelakar Robert Palson.
“Namun Anda menyerahkan dana tersebut tanpa pertanggungjawaban dari pihak Sir Donathan, Anda juga bersalah sebab lalai,” sahut Marchello berbalik menyerang.
“Lebih lalai mana dengan managemen perusahaan yang melonggarkan pemasukan dan pengeluaran dari berbagai pintu,” jawab Robert Palson.
Angela yang sebelum perjalanan dalam pertemuan tersebut telah mendapatkan informasi tentang duduk perkara yang telah menyeret nama ayahnya kini sedang mencari akal.
“Apakah tidak ada jalan keluar lain? Bukankah ketika Anda melaporkan ayah saya sama saja dengan Anda merelakan uang Anda tidak kembali?” ucap Angela.
Harus mereka ketahui bahwa semua pengusaha pasti punya payung sebelum mereka menerjang hujan. Semua harta kekayaan Donathan telah dipisahkan dari kekayaan Angela. Semua aliran dana Donathan mendapatkan perlindungan hukum di Bank Swiss sehingga tidak semua orang dapat menjangkau simpanan kekayaan Donathan di sana.
Ketika pihak pelapor berencana untuk mendapatkan ganti kerugian berupa penggantian uang yang sudah terlanjur digelapkan oleh manager keuangan perusahaan Donathan, maka mereka juga harus terima ketika uang mereka tidak akan kembali setelah Donathan mendekam dalam penjara.
“Bagaimana kalau kita menentukan jalan keluar secara empat mata?” ajak Robert Palson menatap Angela penuh penilaian.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Donathan selaku rekan kerjanya memiliki dua putri sangat cantik. Kesuksesan anak bungsu Donathan juga telah mereka dengar baik-baik. Lalu lalang Angela di stasiun televisi maupun di media sosial membuat Robert Palson mempunyai keinginan untuk bertemu dengan Angela secara pribadi.
Sayangnya keduanya malah dipertemukan bersama Marchello sebagai pihak ketiga.
“Mengapa harus empat mata? Saya merupakan perwakilan dari pihak keluarga terlapor,” kata Marchello tidak terima.
“Tetapi saya rasa yang berhak memberikan jawaban adalah Nona Angela Joanna sendiri.”
Kini pandangan mata Marchello dan Robert Palson langsung menatap ke arah Angela. Kedua lelaki itu tampaknya tengah menunggu jawaban dari Angela atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Robert Palson tentang ajakannya berbicara empat mata demi mendapatkan jalan keluar yang mereka sepakati nantinya.
Marchello tidak akan pernah ikut campur lagi dalam urusan Angela saat wanita itu memilih untuk menerima ajakan dari Robert Palson. Marchello yakin di balik ajakan dari Robert Palson, terdapat keinginan lain lelaki itu atas diri Angela. Marchello khawatir jika terjadi sesuatu hal buruk kepada Angela, sedangkan ia telah berjanji di depan Angela untuk membantu kesepakatan mencari jalan keluar.
“Seperti yang sudah dikatakan oleh Tuan Marchello, beliau merupakan mediator dari pihak perusahaan kami,” kata Angela.
“Baiklah kalau begitu, maka langsung ke intinya saja. Kembalikan uang dua belas triliun rupiah jika ayah Anda ingin segera dibebaskan,” ucap Robert Palson.
Dua belas triliun rupiah merupakan angka yang sangat fantastis bagi Angela walaupun dirinya sudah berada dalam kemapanan usaha. Wanita itu sendiri yakin bahkan bila seluruh aset pribadinya dijual semua tidak akan cukup menutupi kekurangan, yang ada malah mereka akan berada dalam titik minus dan kesusahan.
Angela seketika itu juga menoleh ke arah Marchello, dia tidak tahu harus menjawab apa atas permintaan dari pihak terlapor. Jujur Angela ingin secepatnya mengeluarkan sang ayah dari penjara. Kondisi fisik dan psikis orang tuanya lebih berharga dibandingkan dengan kekayaan yang dimiliki oleh Angela Joanna.
“Saya tidak ingin menunggu lama, atau berkas perkara Sir Donathan akan dilemparkan ke kejaksaan,” sambung Robert Palson menakut-nakuti Angela.
“Saya akan mengusahakan secepatnya, uang sebanyak itu tentu saja tidak mudah untuk saya dapatkan,” kata Angela.
“Pihak kami telah berusaha mencari keberadaan manager keuangan dan mengejar ia mengembalikan pencurian dana perusahaan,” ujar Marchello menjelaskan.
Robert Palson menantikan hari dimana Angela akan datang kepadanya untuk meminta keringanan. Dia ingin melewatkan malam panjang bersama wanita di depannya tanpa ada orang lain menjadi pihak ketiga dalam perbincangan mereka nantinya.
Segalanya dapat diatur asalkan Angela berkenan menamani Robert Palson malam ini. Sayangnya Angela telah berjanji akan segera mengusahakan pengembalian dana secepatnya demi mengeluarkan sang ayah dari kepolisian. Angela tengah memutar otak, dia harus mencari cara untuk menyelamatkan ayahnya secepat mungkin sebelum keadaan semakin tidak dapat Angela kendalikan kembali.
“Saya menantikan Anda menghubungi saya,” ujar Robert Palson penuh arti.
Marchello yang mendengarkan semua itu merasa darahnya kini mendidih.