7. Kebaikan Marchello

1299 Kata
Penangkapan ayah dari Angela Joanna tentu saja menciptakan tanda tanya besar pada benak Marchello maupun Angela sendiri. Mereka tahu Donathan telah melakukan serangkaian usaha secara legal di mata hukum dan negara. Donathan tidak akan mungkin melakukan kesalahan apalagi hal bodoh untuk meraup keuntungan besar sedangkan lelaki itu telah puluhan tahun berkecimpung di dalam dunia bisnis. Angela yang baru saja terjun dalam dunia bisnis entertaint saja belajar banyak dari sang ayah. Mulai dari cara merintis usaha, melakukan berbagai macam taken kontrak dan sebagainya. Rasanya Angela seperti tidak percaya jika hal ini bisa terjadi kepada ayahnya. Entah bagaimana duduk perkara sebenarnya hingga tuduhan terlibat dalam kejahatan korporasi. Tangisan Angela pecah begitu melihat ayahnya digelandang oleh petugas kepolisian kota. Angela berusaha untuk menghampiri sang ayah, namun awak media dan wartawan terlebih dahulu mencecar Donathan dengan banyak pertanyaan. Marchello mencoba menahan Angela agar wanita itu tidak berbuat kesalahan yang dapat memancing awak media sampai mengarahkan tujuan mereka kepada Angela. “Jangan rusak hari bahagiamu dengan bertingkah kekanakan seperti ini,” kata Marchello. Angela seolah tidak setuju atas kalimat yang Marchello ucapkan, wanita itu merasa tidak ada kebahagiaan di atas keselamatan keluarganya sendiri. Angela paham bahwa kalimat Marchello ditujukan oleh penghargaan yang Angela dapatkan malam ini atas kerja kerasnya. Semua dapat hancur seketika, dan banyak orang pasti akan mencoreng keberhasilan Angela dengan permasalahan yang tengah menyeret ayah kandung Angela tersebut. Tangisan Angela pecah begitu saja, tangan wanita itu digenggam erat oleh Marchello. Dari tempatnya berdiri, sang ayah menatap Angela dan Marchello. Pandangan matanya menyiratkan bahwa dirinya akan menunggu anak yang dia banggakan membantunya keluar dari permasalahannya. “Daddy baik-baik saja, Nak, tolong jaga ibumu,” teriak Donathan sebelum tubuhnya masuk ke dalam mobil patroli. Mau tidak mau Angela langsung mengiyakan permintaan dari ayahnya, wanita itu segera menerobos masuk ke dalam rumah setelah para petugas kepolisian selesai menyita barang-barang yang dianggap sebagai barang bukti. “Maaf, Nona, rumah ini akan disita sementara waktu sampai penetapan pengadilan keluar,” kata petugas kepolisian kepada Angela. “Tidak peduli dengan rumah ini, biarkan aku menjemput ibuku!” ucap Angela penuh penekanan. Beruntungnya, pengacara kerajaan menjembatani perbincangan antara Angela dengan pihak kepolisian. Angela melihat ibunya terduduk di ruang keluarga sambari dikelilingi oleh dua petugas lainnya. Menyaksikan ibunya berurai air mata sambari menangis terisak, Angela berlari mendekati ibunya. Kemarahan jelas terpancar dalam pandangan mata Angela saat ini. “Beraninya kalian memperlakukan orang tuaku seperti sekarang!” ucap Angela penuh peringatan. Marchello mengikuti Angela dari belakang. Bersama Marchello berdiri Fahlefi sekaligus beberapa petugas kerajaan yang langsung datang ke kediaman keluarga Angela begitu Marchello memberikan permintaan pertolongan kepada keluarga dari Princess Rebecca, yang tidak lain adalah adik angkat Marchello. Lelaki itu memandang pedih pemandangan di depannya. Dia memang telah menyimpan kebencian luar biasa kepada Angela, akan tetapi semuanya tak menjadi alasan dirinya kehilangan simpati sebagai sesama manusia, terlebih kepada wanita dan keluarga yang tak lain merupakan mantan kekasihnya. “Apakah sudah ada tim penasihat hukum kerjaan yang mengikuti Tuan Donathan ke kepolisian?” tanya Marchello kepada Fahlefi. “Sudah, Pak. Tim legal office perusahaan Tuan Donathan juga telah menuju ke kantor kepolisian kota. Mereka akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk penangguhan penahanan dari Tuan Donathan,” kata Fahlefi. “Baik, awasi semuanya, dan bungkam para wartawan dan awak media yang telah meliput penangkapan pada malam ini,” ujar Marchello. Lelaki itu jelas tidak mau apabila malam yang menurutnya sangat membahagiakan bagi Angela berubah menjadi malam kelam sebab dirinya harus menerima kenyataan bahwa sang ayah ditangkap polisi dan dirinya akan menjadi buah bibir seantero negara. Nama terangnya sebagai direktur wanita terbaik dapat dipertaruhkan atas peristiwa malam ini. Dia ingin membalaskan kekecewaannya dengan cara elegan, bukan untuk memberikan duka kepada Angela, melainkan guna memberikan wanita itu penyesalan atas semua perbuatan Angela sebelumnya. Namun pada hari ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan soal kesalahan-kesalahan Angela di waktu lampau. Marchello buktinya masih berdiri bersama dengan Angela, memberikan support serta dukungan kepada wanita yang pernah menyakiti perasaannya. “Mommy!” seru Angela menghambur dalam pelukan ibunya. Ekafi, teman baik Queenayna kini menjadi istri dari Donathan. Mereka menikah dan memutuskan untuk menetap di Perancis demi kelangsungan usaha yang sedang dirintis oleh Donathan sampai sekarang. Pernikahan mereka melahirkan dua orang putri nan cantik jelita. Sayangnya, kehidupan asmara anak pertama mereka tidak berlangsung baik hingga membuat anak pertama mereka harus dirawat di rumah sakit kejiwaan demi memperoleh pengobatan dan kesembuhan. Menyaksikan ibunya dalam keadaan hancur seperti sekarang, jelas saja Angela merasa tidak becus menjaga kedua orang tuanya. Bagaimana Angela dapat menjelaskan kepada kakaknya kelak jika sang kakak mempertanyakan kemampuan Angela menjaga kedua orang tuanya selama dirinya dalam penyembuhan? “Angela, daddymu tidak bersalah, Nak,” kata Ekafi meraung. “Angela tahu, Mom. Itulah mengapa Angela akan berusaha keras untuk mengeluarkan Daddy karena Angela yakin Daddy tidak bersalah,” ujar Angela meyakinkan. Ekafi sejenak menganggukkan kepala, manik mata Ekafi memandang ke arah Marchello. Dia mengenal benar siapa Marchello, dia keponakan dari Queenayna, teman baiknya di Indonesia. Secara tidak langsung Ekafi mengetahui juga bagaimana kisah hidup di masa kecil Marchello hingga lelaki itu di masa kecilnya berada dalam asuhan pasangan Queenayna dan Machiko. Pandangan mata Marchello sangat teduh, lelaki itu secara refleks menganggukkan kepala memberikan pertanda bahwa semua akan baik-baik saja. Dia datang ke sana semula memang untuk mengantarkan Angela pulang ke rumah, tetapi siapa sangka Marchello harus melihat dengan mata kepalanya sendiri masalah yang sedang menimpa keluarga mantan kekasihnya. “Untuk sementara waktu, Nona Angela dan Nyonya tidak bisa tinggal di rumah ini sampai investigasi selesai dilakukan,” kata pengacara kerajaan memberitahu Angela. Rumah itu telah masuk ke dalam daftar aset kekayaan Donathan sehingga ketika tuduhan tentang kejahatan dilayangkan kepada lelaki dua anak tersebut, seluruh asetnya akan dalam pengawasan negara. Mau tidak mau, secara terpaksa Angela harus keluar dari kediaman keluarganya. Angela pun meminta kepada petugas kepolisian agar berkenan memberikan mereka waktu membawa barang-barang kebutuhan mereka selama beberapa hari. Petugas akhirnya memberikan izin selama barang yang dibawa oleh Angela maupun Ekafi tidak termasuk dalam daftar aset kekayaan Donathan. Meski begitu Angela bersama ibunya hanya membawa beberapa barang penting mereka saja, berupa pakaian, dan kebutuhan lain mereka. “Kita mau kemana, Nak? Kita tidak mungkin ke rumah singgah karena jaraknya akan jauh dengan kantor kepolisian,” kata Ekafi kepada putrinya. Pertanyaan Ekafi membuat Angela mengerti, akan sulit meninggalkan kota ketika ayah Angela tengah berada di dalam masalah. “Mommy tidak perlu khawatir, kita akan menginap selama beberapa hari ke depan di hotel,” ucap Angela tersenyum. Marchello yang mendengar penuturan Angela akhirnya menyuarakan suaranya. Mereka sepertinya tidak perlu sampai menyewa hotel, sebab Marchello dapat memberikan mereka tumpangan tempat tinggal di tengah kota. Ya, Marchello mempunyai hunian pribadi berupa apartemen mewah di pusat kota. Marchello semula sempat membeli apartemen mewah tersebut dengan tujuan agar privasinya menjalin hubungan bersama Angela dapat terjaga. Rupanya hubungan mereka harus kandas begitu saja. Walau begitu Marchello tak pernah melepaskan apartemen miliknya untuk berpindah tangan, maupun menyewakan unit miliknya kepada orang lain. Dan hari ini Marchello ingin memberikan tumpangan tempat tinggal kepada Angela serta sang ibu. “Kalian tidak perlu menginap di hotel, saya memiliki apartemen di pusat kota. Apartemen yang tidak pernah saya tinggali karena saya akan menginap di kerajaan,” kata Marchello. “Apakah itu tidak merepotkanmu?” tanya Angela. “Di sana ada tiga kamar, tentunya bisa kalian tempati,” ucap Marchello kepada Angela. Marchello juga berjanji akan memberikan solusi kepada para pekerja di kediaman Angela. Mereka dalam beberapa hari diberikan uang pesangon untuk sementara waktu kembali ke rumah mereka masing-masing sebelum nanti mereka mendapatkan panggilan kerja kembali dari Angela. Siapa sangka lelaki yang semula Angela anggap datang berniat membalas dendam kepada dirinya, justru memberikan begitu banyak kebaikan kepada Angela. Namun Angela tentu tahu benar mengapa Marchello sampai bisa bersikap sebaik itu kepada Angela dan keluarganya hingga berkenan memberikan izin kepada Angela serta ibunya menempati apartemen pribadi lelaki itu, semuanya pastilah untuk memberikan Angela rasa bersalah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN