Setelah percakapan sebulan yang lalu, baik Kanaya maupun Reynand masih tinggal bahkan tidur diranjang yang sama. Pria itu enggan untuk pulang kerumah dimana Meysa dan Kevin berada. Setiap kali Kanaya menanyakan kenapa pria ini masih bertahan disini atau bahkan mengusirnya pulang pria itu hanya tersenyum lalu berkata, "karena ku sayang kamu." Setelah mendapat jawaban seperti itu Kanaya hanya mendengus sebal dan kembali menonton tv di sofa. Ia lebih memilih mengabaikan Reynand yang sejak tadi memainkan jari-jemari miliknya. Walaupun ia sudah berkali-kai menarik tangannya dan menyembunyikan dibelakang tubuhnya, namun Reynand selalu dapat meraihnya dengan mudah. "Kamu nggak ada kerjaan lain selain mainin jari aku?!" Kanaya menarik kembali tangannya. Risih? Entahlah

