D U A P U L U H E N A M

891 Kata

    "Mau kemana? Kita belum selesai!" Reynand mengurung tubuh Kanaya diantara kedua tangannya.     "Sudahlah Mas, ak—"     Kalimatnya menganggutung ketika ponselnya berdering.     Kanaya meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja. Ia mengerutkan dahi menatap layar yang menunjukan pesan dari nomor yang sama yang mengiriminya puisi beberapa bulan lalu. Ia masih ingat beberapa digit angka terakhir nomor itu. Entah, sejak kapan aku mulai mecintaimu. Yang aku tahu setiap hari bagiku adalah hari yang cukup membahagiakan. Bertemu dan berinteraksi denganmu. Aku tak dapat merangkai kata menjadi sebuah puisi indah, tetapi parasmu sudah cukup indah untuk aku raih. With ❤️ R     Reynand semakin kesal ketika ia sudah selesai membaca puisi itu. Otaknya berputar mengingat siapa aja pria yang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN