08

911 Kata
Sama seperti kebanyakan laki-laki, Abi tentu memiliki hasrat yang tidak mampu dikendalikan dengan sangat sempurna. Abi memiliki sisi liar, dan sengaja melakukan hal-hal yang tidak hentinya membuat kesabaran Jagat—ayahnya marah. Abimana adalah anak kedua dari Jagat dan Risma. Karena suatu masalah dan lainnya, Jagat dan Risma cerai. Dan berikutnya digantikan posisi ibunya oleh Asya—ibu Rama dan Arimbi. Asya yang kini memang masih berstatus sebagai istri utama Jagat, karena Asya memiliki hubungan erat dengan banyak dengan para pebisnis. Tapi bukan itu yang menjadikan keluarga tersebut gila, karena memang kegilaan Abi juga berasal dari ayahnya—bermain dengan banyak wanita. Buktinya, setelah memiliki Rama dan Arimbi, ayah Abi kembali memiliki keturunan dari wanita yang sungguh tidak ingin Abi ketahui asalnya. Jika dunia mampu Abi pilih seenak hati tanpa menunggu takdir Tuhan, maka dunia yang sederhana sudah pasti menjadi tujuan Abi. Tapi memang Abi mewarisi darah dan kekayaan yang berasal dari Jagat, dan kelima saudara laki-lakinya... memiliki darah yang sama. Meski kembali lagi, mereka tidak berasal dari rahim yang sama. Hanom dan anom beruntung, karena berasal dari rahim yang sama. Alasannya, karena mereka kembar. Meski bukan kembar identik. Dan adik terakhir yang Abi miliki adalah Krisna, dia sama sekali tidak memiliki kedekatan dengan Abi. Sebab Abi membenci paradigma 'bungsu adalah yang paling dimanja' dan Abi menafsirkan jika Krisna adalah lelaki yang manja, mengingat Krisna juga masih berumur dua puluh tahun, dan diizinkan untuk tinggal bersama ibunya. Abi tidak membenci keluarganya, tidak juga kecewa. Abi justru menikmati apa yang ia jalani, tetapi dengan keluhan yang sangat banyak tentunya. Kehidupan Abi tidak berjalan secara mulus. Banyak hal yang muncul karena Abi memang seorang 'pembangkang' di keluarga. Abi yang memutuskan untuk menjadi seorang pekerja dibawah kendali perusahaan lain, dan memilih tinggal berjauhan dari kediaman Parvenandra, semua itu mempelopori terjadinya pembangkangan yang lain oleh adik-adiknya. "Kenapa Mama pergi, Bi Inem?" Kedekatannya dengan pembantu rumah tangga itu adalah bukti jika Abi sangat menginginkan kasih sayang seorang ibu. Dan Bi' Inem adalah pembantu sekaligus teman bicara yang mampu Abi jadikan tempat curhat. "Karena Mama Risma butuh waktu sendiri, Den Abi. Mama Risma nggak akan pergi kalo di sini bisa bikin tenang." "Apa Abi bikin Mama nggak tenang, dan itu yang bikin Mama pergi? Apa Mama nggak akan sayang lagi sama Abi?" "Nggak gitu, Den. Mama Risma akan selalu sayang, Den Abi... Bi Inem nggak bohong." Sejak saat itu, sifat mengayomi Arjuna muncul, dan menjadikan kedekatan yang cukup dengan Abi. Dan Arjun sama sekali tidak ingin merusak kedekatannya dengan adik laki-lakinya yang lain. Meski memang yang paling dekat dengan Arjuna adalah Abi. "Untung aja, kamu cuma main di kelab. Kalo sampe kamu hamilin anak orang... Kakak nggak akan ngurus kamu lagi, Abi!" Amarah Arjuna memuncak sejak mengetahui kebiasaan Abj yang suka pergi ke kelab malam bersama teman-temannya. Sejak umur delapan belas tahun, dan Arjuna memasuki usia dua puluh, Arjuna tidak bisa lagi sepenuhnya mengawasi Abi. Karena Arjun sudah harus mengawasi kinerja perusahaan JP grup. Dan semua itu membuat Abi sedikit menjauh, secara perlahan. "Kakak jangan banyak ngomong lah, lagian Kak Arjun juga diem-diem suka ke sana buat ketemu sama pacar Kakak. Nggak usah sok bener. Kita sama-sama tqu bobroknya keluarga kita, Kak!" Abi suka menjadi yang berbeda, dan Abi suka menjadi pelopor. Meski itu menjadikan citra yang buruk dimata ayahnya, Abi tidak peduli. "Apa mau kamu? Kamu mau jadi pembangkang, Bi? Kamu masih delapan belas tahun! Kamu nggak seharusnya-" "Apa ada larangan usia aku buat melakukan hal yang bisa, Kakak lakuin? Apa itu adil namanya?! Apa, Kakak ajarkan tentang keadilan itu nggak termasuk hal ini, begitu?! Pembohong!" maki Abi pada Arjun. Dan setelah amarah keduanya yang saling membuncah itu, Arjun lebih membebaskan Abi. Tidak mau menjadikan hubungan mereka semakin menjauh jika banyak perdebatan lainnya. * Abi belum tertidur, karena dirinya terbius oleh kecantikan Kai. Ya, Abi berhasil membawa Kai datang ke apartemennya. Dia merasa begitu kecanduan dengan keberadaan Kai. Entah apa yang membuatnya seperti itu, tapi yang jelas, Abi positif terinfeksi virus yang Kaina tanpa sadar tebarkan. Dengan lembut, Abi mengusap wajah Kai. Padahal, Abi tidak pernah menyukai wanita yang berumur dibawahnya. Abi lebih nyaman dan mau untuk berhubungan dengan wanita yang lebih dewasa atau katakanlah lebih tua darinya. Tapi bertemu dengan Kaina... semua terpatahkan. Bodohnya lagi, usia Kai bahkan dibawah Krisna—orang yang setidaknya ia anggap manja dari segi umur. Abi melanggar prinsip dirinya secara tidak langsung. Dan Abi merasa harus terus bersama Kai, Abi sama sekali tidak memikirkan Sela atau pun kekasih Kai—Zaka. Sering kali Abi merasa sangat menyesal karena membuat Kai menangis. Bahkan jika sedang b********h, Kai terlalu banyak menumpahkan air mata, meski Abi tahu Kai juga menikmati sentuhannya. "Kenapa belum tidur?" Gerakan jemari Abi terhenti tepat di bibir Kai. Dan saat bibir Kai bergerak karena bertanya, Abi kembali merasakan 'tegang' nya kembali. Abi merasa ada magnet yang jelas sekali lihai membuat Abi sukses 'berdiri'. "Karena aku lagi menikmati pemandangan kamu," jawab Abi dengan fokus yang terpecah belah. "Jangan membuat aku nyesel lagi, Kai. Kamu selalu nangis, padahal ini bukan yang pertama kita berhubungan intim. Apa aku terlalu kasar? Apa terlalu sakit?" Kaina menepis jemari Abi, menatap Abi dengan datar. "Apa kamu mulai peduli?" Abi benar-benar tidak percaya, karena gairahnya selalu bertubrukan dengan amarahnya sendiri. Kai selalu mampu membuat Abi marah karena ucapannya. Dan Abi kini tersulut. "Jangan membantah, Kai! Ingat... be a good woman!" "Dan aku nggak peduli. Kamu cuma butuh aku di ranjang, jangan minta yang berlebih di luar konteks itu!" Hilang sudah kesabaran Abi. Akhirnya, Abi melesakkan miliknya dengan kasar pada Kai—lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN