° ° "NOMOR yang Anda tuju tidak terdaftar.." Aku mengernyit. Nomor yang namanya Bebi kok tak terdaftar? Kutelaah daftar nama-nama cafe dan rumah makan yang Diah berikan, katanya mereka biasa makan di sana. Atau sekedar ngopi. Tapi di akhir, Diah memberiku nomor Erika. Erika? Aku mendecih. Kuusap wajahku. Entah di mana suamiku. Entah dengan siapa dia bercinta malam ini. Bebi-kah? Atau Erika? "Di, aku minta alamat Erika dong." Kukirim pesan pada asisten sekretaris Gea tersebut. Diah membalasnya dan aku langsung meluncur kesana. Bukan berarti aku mengesampingkan Bebi, bisa saja cowok itu jadi kandidat setelah Erika. Tapi feeling-ku mengatakan 'Erika dulu'. Sekuriti di apartemen itu tampak mencurigaiku. Tapi aku tak peduli. "Kartu ID Anda, Bu?" dia ragu saat memanggilku Bu. "Pak, sa

