PART 3

1338 Kata
Disini Aku sekarang, di Bandara Internasional Ngurah Rai, ini pertama kali nya Aku kebali rasa sangat menakjubkan. Pemandangan pantai yang indah, membuat mata ku yang tadi nya mengatuk kembali segar. "hmm mas Kita langsung kehotel?" Hanya pertanyaan itu yang dapat keluar dari bibir ku setelah sekian lama terdiam sejak mulai memasuki pesawat hingga sampai di sini "tidak,Kita tinggal dirumah mommy."Aku hanya mengangguk saja tanda mengerti. Tak lama mobil yang Kami tumpangi pun memasuki kawasan perumahan elit dibali mobil Kami pun berhenti tepat  dirumah bercat putih yang terdapat banyak pilar besar didepn rumah yg membuat kesan mewah, Aku tidak kuasa untuk tidak berdecak kagum melihat kemegahan rumah mommy nya mas Rizky "hmm, Kamu ngapain masih di situ? Ayo cepat masuk" suara mas Rizky berhasil menyadarkan ku akan kekaguman rumah ini  'ampun dah ni rumah,udah ngalahin istana presiden aja,emang sekaya apa sih keluarga mas Rizki' kata ku dalam hati. Aku memang tidak tau seberapa kaya keluarga mas Rizky, tapi kalau dilihat dari rumah nya dan barang-barang yang mereka pakai pasti lah usahanya tidak main-main lagi, apa lagi Aku dengar kalau perusahaan mas Rizky tidak hanya di indonesia saja tapi sudah menyebar kebeberapa nagara. Aku pun tersentak kaget saat merasakan sebuah tangan kekar merangkul pinggang ku dengan posesif Aku menoleh ke kanan dan disana mas Rizky sedang merangkul pinggang ku, ini seperti mimpi saja dan Aku coba mengkedip kan mata ku,seolah Aku sedang bermimpi saja dan ternyata memang benar, mas Rizky. seakan masih tak percaya Aku coba lagi mencubit pipi ku dan aaau sakit,ini nyata ya Allah ini nyata mas Rizky yg sedang merangkul pinggang ku. Terbesit rasa bahagia di hati ku. "Heey sayang." teriakan mommy mas Rizky sambil berlari dan merentangkan kedua tangan nya, Aku pun  langsung menghabur kepulukan wanita yg sampai sekarang masih terlihat awet muda itu.  "hey mom." balas ku sambil tersenyum  "duh mantu cantik mommy pasti capek ya, ayo mommy antar kekamar kalian." kata mommy dengan semangat,Aku dan mas Rizky pun mengikuti mommy dari belakang "nah ini Na kamar nya, ini kamar nya simas mu itu." aku pun sedikit tersipu saat mommy menyebut mas Rizky dangan masmu. *** Aku merasakan angin berhembus lembut dikulit ku,terasa nyaman. Dan tak lama Aku mendengar sura memanggil nama ku sambil mengucangkan tubuh ku pelan  "Diana bangun, saat nya makan malam." Aku pun membuka mata ku dengan pelan. Mmmmh Aku mengerang dan pandangan ku pun langsung tertuju kearah jendela kamar mas Rizki, ternyata diluar sudah gelap, Aku pun teringat ,setelah mama mengantar kami kekamar Aku pun langsung berbaring diranjang nya mas Rizky, niat hati ingin istirahat sebentar Aku malah ketiduran.  "Bangun, mommy sudah menyiapkan makan malam untuk kita."ucap nya datar, dan ku jawab dengan Anggukan Aku pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersih kan diri, setelah selesai Aku mengambil mukena dan melakukan ibada wajib untuk setiap umat muslim. Setelah selesai Aku pun mengedarkan pandangan ku di pejuru kamar ,ternya mas Rizky tidak ada,mungkin dia sudah keluar terlebih dahulu. Aku pun segera melipat mukena dan pergi menuju ruang makan.saat memasuki ruang makan Aku pun mendengar suara bentakan mommy. "Mommy tau Rizky!! mommy tau kamu masih berhubungan dengan perempuan jalang itu." "Mom dia bukan jalang!? Aku mencintai nya mom, tolong mengerti." "Kamu itu sudah buta ky? Kamu bukan mencintai nya tapi kamu hanya terobsesi dengan nya ky, apa kamu tidak melihat diana? Betapa dia mencintai mu dengan tulus,tidak seperti jalang itu suka terbang kesana kemari hanya untuk memuas kan tidak hanya hasrat nya tapi juga materi, dia sudah membuatmu seperti bank berjalan." ucap mommy terdengar mulai melembut. "Mom,Aku tidak mencintai nya, dia hanya sebuah penghalang hubungan ku denga dia dan berpa kali Aku bilang dia bukan jalang,dia tidak seperti itu mom, coba mommy mau mengenal nya dulu,mommy bakal tau kalau dia tidak seperti yang mommy bayangkan."bentak Rizky tanpa sadar. Ada rasa nyeri dihati ku saat mas Rizki menganggap ku hanya sebuah penghalang bagi nya, tak terasa setetes air mata ku turun membasahi pipi. "Kamu berani bentak mommy?demi membela perempuan itu? dengar Rizky,mommy nggak bakal sekeras ini memisahkan Kamu dengan perempuan itu kalau mommy tidak tau seperti apa sifat nya dibelakang kamu,coba buka mata dan hati kamu,jangan cuman mengandal kan ego dan keras kepala Kamu dan perlu kamu tau sebelum kamu mengenal perempuan itu mommy sudah lebih dulu mengenal nya, jadi kamu tidak perlu repot mengenal kan mommy dengan wanita itu dan lagi mommy juga tidak sudi harus berdekatan dengan dia." setelah itu mommy Rizky pun berlalu ke kamarnya dan membiarkan Rizky duduk terdiam dengan pemikiran nya sendiri. "ya Allah mengapa rasa nya sangat sakit, apa benar Aku hanya penghalang kebahagian nya? Mengapa Kau memberi ku cobaan seperti ini"  Aku pun memutar balikan badan dan kembali berjalan menuju kamar ku dan mas Rizky, aku merebah kan badan ku kembali, tak lama terdengar sura pintu dibuka dan Aku pun pura-pura tidur.  "Diana sayang,bangun Kamu beluam makankan dari siang tadi." Aku pun-pura mengeliat agar tidak ketahuan kalau Aku hanya pura-pura tidur.  "hmm mom."  "bagun Ana, yuk kita makan sayang Kamu dari siang tadi belum makan kan" kata mommy dengan lembut sambil mengusap kepala ku dengan sayang  "iya mom, Aku makan disini aja boleh, soal nya kepala ku sedikit pusing" kata ku dengan serak agar terlihat seperti orang yg sakit  "kamu sakit sayang? Ya udah ntar biar mom suruh bi Darmi yg bawa makanan mu kesini, Kamu istirahat saja ya sayang." setelah mengatakan itu mom pun langsung keluar, aku pun menghembus kan nafas pelan. *** Sudah seminggu Aku dibali, seperti biasa tidak ada yg spesial, menyendiri ditepi pantai adalah salah satu hobi baru ku, melihat pantai Aku pun langsung teringat bagamana kebahagian ku dulu sewakatu bunda masih hidup, teringat saat-saat bunda mengejar ku dan ayah menangkap ku dan memeluk ku dengan hangat,abang ku ya suka menjaili ku hingga aku menangis . "tuhan,aku sangat merindukan mereka." setetes air mata ku pun mengalir, mengingat akan kebahagian itu walau pun hanya sebentar tapi penuh makna. Cukup lama Aku disini menikmati pemandangan air laut. Dari kejauhan terdengar suara anak kecil berteriak lalu cekikikan, Aku pun menoleh karah sura itu dan melihat sebuah keluarga yg terlihat bahagia, tanpa sadar bibir ku tertarik melekung keatas. "semoga mereka selalu bahagia."  doaku dengan tulus "Bunda doa kan anak mu yg akan selalu bahagia seperti mereka, sekali-sekali datang lah kemimpi ku, agar Aku dapat melepas rinduku pada mu walau hanya sebentar." Setelah berkata seperti itu Aku pun langsung beranjak dari duduk ku dan berjalan pulang.saat berjalan tidak sengaja aku menabrak seorang anak laki-laki, terlihat dari fisik nya dia seperti darah campuran. "upss sorry."kata ku sambil membantu nya untuk berdiri dan tak lupa membersihkan baju dan celana nya. "hmm it's ok tante,aku ndak papa, kata daddy laki-laki itu halus kuat,endak boleh cengeng"kata nya dengan polos. seketika aku tertawa mendengar bocah kecil itu berbicara dengan bahasa indonesia yang sangat pasif disertai logat cadel nya membuat aku gemes, tampa sadar aku mencium nya, bukannya menolak ia malah tertawa senang. "duh lucu nya,mommy sama daddy mu dimana anak ganteng."kata ku sambil mengelus rambut nya dengan sayang. sibocah kecil itu pun celingak-celinguk seperti mencari seseorang "naah itu, itu daddy Aku tante."tunjuk nya. "Denis,ya tuhan kenapa pergi nggak bilang sama daddy sayang,daddy khawatir."kata pria yang berperawakan tinggi kekar itu,yah seperti bule pada umum nya.  tampak jelas kecemasan diraut wajah nya, mendengar penuturan daddy nya Denis pun tersenyum. "Aku cuman jalan-jalan deddy,aku bocen dengel daddy ngoceh cama tante nggk pake baju itu,tapi daddy tenang Aku udah ketemu mommy buat Aku cama buat daddy juga."kata nya sambil menunjuk ku,seketika bola mataku membesar. pria itu pun melirikku sepertinya ia sadar kalau ada mahluk lain disebelah nya "hmm maaf tuan,tadi Aku tidak sengaja menabrak anak anda."kataku sambil mengelus pipi bocah kecil itu. pria itu pun mengangguk dan berlalu pergi,Aku menatap nya dengan heran. seketika suara lucu itu pun terdengar. "makacih ya tante cantik." teriak nya sambil melambaikan tangan mungilnya itu. Aku pun tertawa pelan dan membalas lambaian nya. semoga aku memeliki anak selucu Denis, doa ku dalam hati, tapi apa bisa? jangan kan hanya menyentuh menatapku pun dia enggan. yah kuncinya harus sabar, aku harus lebih berjuang lagi buat menyadarkan mas Rizky agar mau melihat ku. ......
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN