PART 4

1533 Kata
setelah pulang dari pantai Diana langsung membersihkan diri,lalu setelah itu ia menuju dapur, saat ini enatah kenapa ia ingin membuat kue kesukaan mas Rizky.  "semoga mas Rizky suka dengan kue buatan ku."kata nya dengan senang "duh mantu cantik mommy siang-siang panas gini udah didapur sih." suara perumpuan setengah abad itu yg tak lain mommy Rizky.  "eh mom, iya lagi nggk da kerjaan mending bikin kue, nih mom cicip kue nya."kata ku sambil menyodor kan kue yang sudah Aku potong kebibir mommy. mommy pun menerima seuapan ku dengan senang hati. "Mmm enak." ucap nya  "Na ajarin mommy bikin kue dong, kue kamu enak banget" kata nya lagi, Diana pun tersenyum mendengar perkataan mertua nya  "iya mom, pasti Aku ajarin ko, sebagai ganti nya mommy juga harus ngajarin Aku masakan khas bali gimana."  "ok deh." dan mereka pun tertawa bersama. ternyata sudah jam setengah dua Diana pun berjalan keatas menuju kamar nya, ia mengambil perlengkapan untuk sholat,saat ingin masuk kekamar mandi tak sengaja Diana mendengar suara handphone Rizky berbunyi  Diana pun mencari kearah suara hp tersebut dan ternyata HP Rizki terletak dibawah bantal. Diana pun langsung melihat HP rizki dan tertara nama "Putri" gumam nya,setelah melihat,Diana pun langsung meletakan benda itu  ketempat semula saat ,hendak berbalik Diana pun terkaget melihat Rizki sudah berada dibelakangnya.  "bagai mana bisa Aku tidak mendengar suara pintu dibuka." gumam nya lagi.  "Sekarang Kamu sudah berani ya buka-buka hp Aku" ucap nya dengan tegas " bu bukan begitu,mas. tadi Aku dengar hp mas Rizki bunyi, jadi Aku cuma liat siapa yg nelfon, siapa tau itu telfon penting" jelas Diana pada Rizki  "halah banyak bacot Kamu,dengar. Kamu memang istri Aku, tapi kamu tidak berhak mencampuri urusan ku. Kita menikah karna terpaksa, gara-gara kelurga Kamu yg berhutang, AKU YANG KENA IMBAS NYA!!" Bentak nya  "maaf" ucap Diana dengan nada lirih  "maaf? Apa dengan maaf Kamu bisa mengembalikan semua nya ha? NGGAK DIANA, NGGK!, gara-gara kamu Aku nggk bisa menikah dengan dia.semua itu kerna keluarga kamu yang gila harta itu.Kau tau,Aku benar-benar membencimu.wanita pembawa sial." kata nya dengan kejam.Setelah mengata kan itu Rizki pun langsung berjalan keluar sambil menghepas kan pintu nya. "Haaah" terdengar hembusan nafas frustrasi Diana,ia merasa paru-paru nya sesak kerna menahan tangis.  "Aku pun sama seperti Kamu, kalau saja benuh diri itu diperbolehkan oleh agama, mungkin sudah Aku lakukan dari dulu,Aku juga lelah seperti ini, Aku pun sama tersiksa dengan mu" setelah mengatakan itu Diana pun berjalan ketempat tidur untuk mengistirahatkan badan nya.  "Ma cepat lah menjeput ku, Aku lelah" gumam nya dengan lirih dan air mata yang ia tahan sedari tadi pun jatuh. rasa sesak dihatipun ia keluarkan melalui tangisan. "kenapa mereka begitu egois?kenapa Aku yang harus selalu mengerti perasaan mereka, kenapa harus Aku yang selalu tertuduh pemabawa sial, padahal tuhan mencipta kita dengan kesucian dan bersih. tiadak ada anak haram apa lagi anak pembawa sial, Aku pun tidak mau dilahirkan seperti ini. kapan mereka bisa mengerti perasaan ku" kata Diana sesugukan. untuk hari ini biarkan ia menangis,biarkan ia berteriak untuk melepas beban nya, besok mungkin akan lebih banyak cobaan yang dia hadapi "kalau bukan demi ayah ku, Aku juga tidak mau menikah dengan nya, bukan pernikahan seperti ini yang Aku ingin kan."kata nya dengang lirih. tampa Diana sadari seseorang mendengar tangisan nya, ia pun ikut merasa kesedihan Diana "MAAF" setelah mengatakan itu orang tersebut pun menutup pintu kamar Diana *** Rizky dan Indah mommy nya Rizky sedang duduk diruang keluarga, mereka berbincang sangat serius sekali.  "Ky kalau kamu mau dengar, mama mau kasih saran sama kamu, coba kamu terima Diana dikehidupan kamu, jalani dulu pernikahan kamu dengan Diana." ucap Indah "Aku udah jalani pernikahan Aku hampir setahun mom, tapi Aku benar-benar nggak bisa terima Dia" jawab Rizky bersikeras "Gimana kamu nggk bisa mejalani pernikahan Kamu dengan Diana, sedangkan kamu tidak pernah membuka dirikamu untuk nya!? Coba kamu buka diri kamu untuk dia setidak nya jangan anggap dia beban dihidup,coba lah terima dia sebagai teman yang selalu ada untuk kamu."kata indah denga tegas  "Aku benar nggak bisa mom"tolak nya "Kalau kamu tidak mencoba nya sampai kucing bertanduk pun tidak akan bisa menerima Diana ky, coba jalani pelan-pelan, selagi jalang kamu pergi pemotretan ke paris." ujar Indah tanpa dosa yang dihadiahi plototan tak terima Rizky. "mom, dia bukan jalang. Ok Hanya dua bulan" mendengar perkataan Rizky Indah pun langsung menatap anak nya dengan tatapan tajam.  "hanya dua bulan Aku mencoba untuk menerima nya, setelah Putri pulang dan perasaan ku tetap sama, jangan salah kan Aku untuk menceraikan nya mom" setelah mengatakan itu Rizky pun bangkit dari tempat duduk nya. Indah hanya bisa membuang nafas lelah "semoga kamu sadar nak kalau Diana wanita yang terbaik untuk kamu bukan,jalang itu" gumam Indah dengan sedih Dan tanpa mereka sadari ada satu orang lagi yang mendengar percakapan meraka.  "dengan dua bulan Aku akan mencoba untuk membuat mu melihat ku mas, kalau dalam waktu dua bulan hati kamu memang tidak bisa menerima ku, Aku yang akan pergi tanpa kau suruh Aku untuk pergi." Sudah sebulan mereka berada dibali kini waktu nya mereka kembali kerutinitas mereka. seperti biasa Rizky yang selalu sibuk dikantor dan Diana sibuk mengurus restoran yang baru ia buka setahun lalu, ya walau pun masih tanpa sepengetahuan Rizky. Semenjak percakpan Rizky dengan mommynya, sifat Rizky sedikit demi sedikit mulai berubah tidak seperti dulu, seperti sekrang ini Rizky sudah mau memakan makanan yang dibuat oleh nya dan Rizky sudah mulai mau diajak bicara walaupun dijawab singkat tapi itu sudah cukup untuk nya. "Gimana masakan nya mas."kata Diana dengan lembut . "enak" ujar nya singkat, Diana hanya mendengus  "tidak ada pujian" gumam nya sinis, walau pun suara Diana kecil hapir tidak tedengar tapi Rizky bisa mendengar dan tampa sadar bibir nya sedikit tertarik keatas. **** Sudah seminggu ini Aku melihat perubahan sikap nya mas Rizky, walau pun cuek nya masih bertahan tapi disisi lain ia juga perhatian, kadang ia sering menemaniku berbelanja, seperti sekrang ini, aku sedang berada disalah satu mall terbesear dijakarta. mas Rizky sedang memabawa belanjaan ku, walau pun tidak banyak hanya satu tas,tapi rasanya tidak enak saja. "mas,sini biar Aku aja yang bawa."kataku. sudah berapa kali aku mengatakan itu,tapi dia seakan tidak mendengarkan Aku hanya bisa menghela nafas melihat tingkahnya, tiba-tiba dia berhenti lalu berbalik kearah ku dan aku pun tersentak kaget saat tangan nya memeluk pinggangku lalu menuntunku untuk berjalan beriringan. Aku menatapnya lama ia hanya melirikku lalu tersenyum, Aku pun membalas dengan senyum malu, jantungku berdebar tak karuan. perasaan ku campur aduk malu dan juga senang. malam ini aku memasakan ayam goreng kecap,sayur asam dan juga bakwan jagung kesukaan nya mas Rizky, mommy selalu mengatakan apa saja kesukaan mas Rizky,hoby nya termasuk makanan kesukaan mas Rizky. Aku melihat mas Rizky makan dengan lahap, saat suapan pertama ia mengatakan kalau masakan ku ternyata sangat enak, ia melahap sampe habis. Aku senang melihat ia sangat menyukai masakan buatanku. "besok Aku mau Kamu masak ini lagi, ini sangat enak." kata nya  "ok, Aku bakal buat bekel untuk kamu."kata ku sambil membersihkan meja makan, ia pun mengangguk semangat. "Kamu istirahat saja, semua ini biar dibersihin sama mbok." kata Rizky dengan lembut "hmm baik lah." kami pun berjalan menuju kamar. saat Aku sudah berbaring,Aku dikejutkan oleh tangan mas Rizky yang memeluk ku dari belakang dengan erat. "Hmm.. mas ke...kenapa__"kata ku terbata "biar kan seperti ini, Kau pasti heran dengan sikapku beberapa hari ini, tapi Aku benar-benar ingin memulai dari awal dengan mu, apa kau keberatan."kata nya sambil membawaku menghadap kearahnya. saat posisiku berubah menghadap kearah nya, aku melihat ia tersenyum lalu merapikan anak rambutku yang dengan nakal menempel di pipiku. Aku pun hanya menjawab dengan gelengan saja,Aku tidak berani menatap matanya lama,jantung kusudah tidak karuan lagi, serasa ingin meledak karena saking senang nya. mas Rizky memegang daguku dan menaikinya agar Aku mentap nya kembali. ia menatapku dengan dalam Aku bisa merasakan perasaan sayang yang dipancarkan oleh nya,membawa Aku terhanyut kedalam lautan asmara yang ia ciptakan. "maaf kalau Aku mengecewakan mu,Aku memang belum mencintaimu. tapi percayalah kalau Aku sudah menyayangimu. maaf perlakuan kasarku selama ini, benar kata mommy kau begitu spesial tapi dengan bodoh nya Aku menyakal itu semua."setelah ia mengatakan itu, seketia bibirnya menyentuh bibirku dengan begitu lembut. dengan pelan ia melumat bibirku dan seketika Aku melenguh pelan. seketika mas Rizky melepaskan ciuman nya "maaf, ketehuilah kalau Aku juga tidak ingin mengakhiri kemesraan kita."kata nya sambil mengusap bibirku dengan lembut. "Aku takut, kalau Aku tidak bisa menahan nafsuku dan malah menyakitimu."katanya lagi kali ini ia mengusap surai hitamku lalu turun membelai pipiku yang masih memerah. melihat pipiku masih memerah dengan gemas nya ia mencium seluruh wajahku dan tak tinggal bibirku juga jadi sasaran kegemesanya,  Aku mengaduh sakit saat ia menggigit nya dengan gemas,Aku merasa bibirku kebas dan bengkak, ia tersenyum melihat bibirku. "kau sangat cantik saat seperti ini, berjanji lah padaku. jangan memperlihatkan penampilan daun raut wajah mu seperti ini kepada pria lain." ucap nya, setelah itu kami pun tidur sambil berpelukan. "ya allah, apa kah ini hasil dari kesabaranku selama ini,Aku berharap ini bukan mimpi. tak apa kalau mas Rizky belum mencintaiku, bukan kah Allah yang mempunyai kendali terhadap kita? ia maha besar dan juga maha kuasa, ia pemilik hati setiap umatnya, ia yang bisa membolak balikan hati manusia. Aku yakin cepat atau lambat mas Rizky akan mencintai ku, Aku hanya perlu bersabar sedikit lagi." 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN