.
.
.
Pagi ini Aku bangun lebih awal, Aku mencuci mukaku. saat sedang menggosok gigi tiba-tiba tangan mas Rizky dengan nakal memelukku Aku bisa merasakan bibir mas Rizky mencium leherku, seketika Aku merinding.
"Mmh mas jangan jail ah." kata ku sambil menyingkir kan tangan nya.
"Aku hanya ingin memeluk istriku, apa itu salah."katanya dengan wajah polos yang dibuat-buat.
Aku hanya menghela nafas dan mas Rizky tersenyum melihat Aku yang pasrah.
setelah acara pelukan diakamar mandi,beberapa menit kemudian mas Rizky telah siap pergi kekantor, tapi sebelum pergi Aku mengajak ia serapan terlebih dahulu.
"hmm wafel buatan mu sangat enak."kata nya sambil meminum kopi buatan ku.
"kalau enak besok Aku bakal buat lagi untuk mu."kata ku sambil memberes kan meja makan
"ayo mas Aku antar kan sampe depan."kata ku sambil memeluk lengan nya.
"mas pergi dulu ya."kata nya saat Aku mencium punggung tangan nya.
saat ia membuka pintu mobil seketika ia berjalan kearah ku
"apa ada yang tertinggal."kata ku
"hmm ada." seketika ia menarik kepalaku lalu mencium nya dan lalu mencium bibirku lama lalu melumat nya pelan
"mas"panggil ku lirih
"Aku berangkat."kata nya,lalu mencium dahiku sekali lagi.
Aku hanya terbengong didepan pintu sampai tidak sadar kalau mobil mas Rizky telah hilang
tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahuku pelan
"non kenapa bengong disini?ayo masuk."
"aah iya buk."kataku terbata lalu menutup pintu
***
setelah kepergian mas Rizky dari kantor Aku pun langsung menuju restoranku.
Aku sedang memeriksa keadaan dapur dan sesekali mencicipi masakan chef handal dan ternama yang tak lain adalah sepupuku.
"Eeh neng diana,tumben kesini, kangen sama akang ya."
ucap dimas salah satu juru masak disini, aku pun tertawa mendengar candaan nya.
"haha akang ma bisa aja." kata ku sambil memukul lengan nya.
"neng Diana cantik deh hari ini." kata dimas lagi.
"Oooh jadi saya cantik cuman hari ini aja nih kang."kata ku membalas candaannya
"Woi malah tawa sana sini, inget bibir lu kemana-mana"kata Kevin yang tak lain adalah sepupuku , ia salah satu chef handal direstoran ku, kami bekerja sama untuk mengelola bisnis ini dari nol, ia sepupu paling pengertian.
sontak seluruh orang yang berada didapur itu tertwa tak kecuali Diana.
tempat ini seperti penghibur buat ku, rekan kerja yang konyol dan apa adanya membuat ku selalu tertawa. senang melihat kekompakan mereka apa lagi kevin ia sangat pandai dalam bergaul, ia tidak seperti bos kebanyakan selalu memasang wajah sangar.
ia sangat profesional, ada saat bercanda dan ada saat nya serius.
Ya begitu lah disini tidak lepas dari canda tawa dan disinilah tempat untuk menghilang suntuk ku dan meringan kan beban ku, apalagi sibiang rusuh kevin,
kevin sudah menjadi chef terkenal dan ia juga punya restoran diberbagai tempat sama seperti ku, tapi dia hanya sekali-sekali mengujungi restoran nya dan lebih banyak menghabiskan waktu nya disini.
Kami dari kecil selalu sama-sama,dimana ada kevin disitu ada aku,terkadang bunda selalu mengatakan kalau kami seperti kembar siam.
Semenjak menikah hubungan kami mulai berjarak,tidak bebas seperti dulu saat kami selalu nonton dan jalan-jalan bersama, terkadang aku merasa ada yang hilang,teman kecil ku sudah tidak seperti dulu atau aku yang sudah berubah ntah lah.
Jam sudah menujuk pukul satu, Aku pun bergegas pulang. sebelum itu, Aku singgah kesupermarket untuk membeli alat-alat makanan yang sudah habis.
Aku sudah berjanji ingin mengantar bekal untuk mas Rizky, setelah mengecek semua dan merasa cukup akhir nya Aku ke kasir untuk membayar belanjaanku.
***
Mobil yang ku tumpangi pun masuk disebuah rumah mewah yang berpagar tinggi, aku melihat sebuah mobil BMW berwana hitam mengkilap sudah terparkir rapi didepan rumah itu,dengan perasaan takut dan gugup aku masuk dengan pelan,saat melewati ruang keluarga. Aku menangkap sosok bertubuh tegap sedang berdiri di tangga, ia menatap ku dengan tajam seperti biasa.
"dari mana saja kamu?" aku pun tersadar dan menghembuskan nafas lelah
"aku habis dari supermarket mas, membeli ini, kan Aku janji mau bikin bekal untuk mas, jadi nya Aku kesupermarket sebentar."jelas ku
"mengapa kamu harus repot belanja alat dapur, sudah ada kokom yang melakukan nya, untuk apa Aku menggajikan ART kalau ada kamu yang melakukan tugas mereka" kata nya tegas, kokom itu adalah ART baru yang diperkerjakan oleh Rizky.
"aku hanya merasa bosan,aku juga butuh refreshing, dengan cara ini aku lakukan," kata ku dengan cemberut,Aku melihat matanya menatap ku semakin tajam. Aku pun menunduk karena takut.
"kalau bosan Kamu bisa shopping belanja apa yang Kamu inginkan atau jalan-jalan kemana yang Kamu ingin kan, Aku memberimu uang bukan untuk membeli alat dapur" kata nya dengan lembut sambil mengelus kepalaku yang tertutup hijab.
"mas,Aku tidak sama seperti mereka yang memuja mu diluar sana yang akan berteriak senang jika melihat baju,tas,sepatu yang harganya yg fantastis dan aku juga tidak munafik kalau Aku senang saat Kamu memberi ku uang dengan cukup, berarti Kamu perduli dengan kebutuhanku Aku sangan senang Kamu sudah mau perhatian denganku dan Aku pun merasa bahagia karna itu, bukan karna aku pelit,Aku hanya ingin menghargai pemberian mu dangan cara membeli mu ini dan memasakan nya dengan lezat untuk Kamu nikmati, memikirkan Kamu dengan lahap memakan masakan ku itu sudah membuat ku senang, memandang mu seprti itu membuat kebosanan ku menghilang."kataku sambil memainkan jari-jari nya karena merasa gugup.
Aku bisa melihat tubuh nya menegang,setelah mengatakan itu aku pun langsung menuju dapur meletakan plastik diatas meja dan berlalu pergi kekamar.
ternyata ia mengekori ku sampai kekamar, dengan pelan ia menarik tangan ku dengan lembut, ia menunduki ku dipangkuan nya, ia memeluk tubuhku dengan erat.
"maaf sudah membuatmu kesiapan dan maaf atas perlakuanku selama ini, Aku berjanji setelah urusan kantor selesai Aku akan mengajak mu liburan sekalian bulan madu."kata nya sambil menatapku dalam, Aku yang tak kuasa menatap mata nya lebih lama memilih untuk menyenderkan kepala ku didada bidang nya sambil mengangguk.
***
Aku merasa segar setelah mandi dan aku pun turun kebawah menuju dapur aku melihat buk Ijah sedang memasukan belanjaan ku tadi kedalam kulkas
"buk udah biar Aku aja."kata ku sambil mengambil kantung plastik yang dipegang buk Ijah
"eeh nggk usah neng biar ibuk aja" kata buk Ijah sambil merebut kambali kantung plastik ku
"udah buk biar Ana aja, ibuk istirahat gih,lagian ini udah waktu nya ibuk istirahat nantik semua ini biar Kokom aja yang beresin." kasian juga melihat wanita paruh baya ini, seharus nya seumuran buk Ijah ini sudah harus istirahat.
"ibuk istirahat aja ya, muka ibuk pucat banget."kata ku sambil menuntun nya kekamar.
"kom, hari ini tugas buk Ijah kamu yang kerjain ya, kasian liahat ibuk kecapekan."
"oh iya mbak, biar saya saja semua nya, bukle tidur saja,biar Aku yang kerajin semua nya."kata kokom sambil menyelimuti buk Ijah
***
Aku meletakan masakan ku diatas meja dan menata nya dengan rapi saat hendak balik badan untuk mengambil satu masakan lagi yang tertinggal aku pun kaget saat melihat mas Rizky suadah dibelakang ku
"astaghfirullah , mas!? Bikin kaget aja" kata ku dengan refleks sambil memukul bahu nya dan entah setan apa yang masuk ketubuh suami tampan ku ini sehingga dengan lantang bibir nya mengeluarkan tawa
"hahaha muka mu sangat lucu, hahah aduh... aduuuh perut ku." kata nya sambil memegang perut nya sambil terengah
"mas kebiasaan banget berdiri dibelakang ku." kata ku sambil memanyun dan berlalu pergi mengambil satu masakan ku yang masih tertinggal didapur
"maaf, aku tidak bermaksud mengagetkan mu, sayang." kata nya sambil memelukku dari belakang.
"Kamu masak apa cantik?apa boleh Aku bergabung dengan mu."kata nya dengan sambil menciumku dari belakang, Aku bisa melihat Kokom yang salah tingkah melihat kemesraan kami
"Aku memasakan mu sup, udang tepung, pregedel jagung dan tumis kangkung, udah mas jangan peluk-peluk, nggk enak sama kokom yang lihat kita begini."
"nggk papa sayang, Kokom sudah dewasa pasti dia mengerti, ya kan kom."kata suamiku
"eeeh i...iya tuan hehehe, oya buk nih, masakan nya sudah Aku bawa semua. kata nya dengan sopan.
"kom panggil ibuk kesini ya."kokom pun mengangguk dan segera memanggil buk Ijah
"iya neng"kata buk Ijah sopan dan Aku bisa mendengar suaranya terdengar lesu dan serak. Aku pun berdiri dan menuntun buk ijah untuk duduk bersama kami.
Aku mengambil nasi untuk Rizky dan untuk ku juga
"kokom sama ibuk juga ikutan makan ya, kom tolong ambil nasi buat ibuk." kataku sambil menyodorkan piring kearah kokom.
"eeh non makan aja dulu ibuk sama kokom nantik aja."kata nya dengan nada tak enak
"sudah ibuk makan nya sekarang sama kita, yuk kom. makan bersama lebih asik dari pada makan sendir.i" kata ku ssambil naruh kan lauh untuk mas rizky dan juga ibuk.
Setelah selesai makan aku dan mas Rizky pun duduk diruangan Tv yang menujukan chanel komedi.
"apa kau selalu seperti ini" kata mas Rizky
"seperti apa?" Kata ku bingung
"mengajak mereka makan bersama mu." aku pun mengangguk
"Aku seorang anak kesepian, teman ku tidak banyak, bukan. tapi Aku memang tidak memiliki teman selalin kevin sepupuku dan pembantu rumahku, kau tau, semua orang menganggap ku perasit termasuk ayahku."aku pun terdiam sejenak dan melihat kearah mas Rizky yang sedang menatap ku dengan tatapan yg sulit diartikan.
"Aku mencoba bertanya kepada diriku, Apa yang salah pada diriku hingga mereka menganggap ku seperti itu, dari kecil Aku selalu diledek sebagai anak yang tak punya ibu, apa yang salah dengan itu? saat itu,untuk pertama kali Aku menyalahkan tuhan Atas semua nya, mengapa Aku dilahirkan jika tidak ada yang mengingin kanku?"kata ku dengan tersenyum miris
"maaf kalau Aku terlalu banyak bicara" cicit ku sambil menunduk, dan tangan mas Rizky mengangkat dagu ku dan alhasil mata tajam nya bertabarak dengan mata ku, ia menatap ku sangat lembut dan mencium kedua mata ku, saat mata ku tertutup tetesan Air mata jatuh membasahi pipi.
"maaf membuat mu kesepian dan maaf membuat mu merasakan sakit" kata nya sambil mengenggam tangan ku
"Aku tidak tau cara mengulang masa lalu, tapi Aku berjanji akan selalu menjagamu dan tidak akan lagi menyakiti mu diana, karena Aku menyayangimu, sangat-sangat menyayangi hingga Aku taku kehilanganmu."kata nya dengan tulus, kami pun berpelukan, menyalurkan rasa sayang
kebahagian meronggoki d**a hingga ingin berteriak saking senang