Pesta

2243 Kata
Istana Benzandium tengah dipenuhi oleh orang-orang yang menikmati pesta yang dibuat oleh Putri Cleosana. Aneka buah berjajar di atas meja yang besar, kue dan hidangan kerajaan nan mewah, berbotol-botol kyekon disediakan, tidak lupa Cleosana membawa beberapa wanita penghibur bagi para bangsawan yang kesepian. Pesta ini sengaja gadis itu buat oleh karena Orion sama sekali tidak mengabulkan keinginannya untuk datang ke pesta di luar sana bersama-sama. Lelaki itu tidak ragu untuk memberi izin pada Cleosan untuk pergi dengan yang lain, tapi yang Cleosana inginkan hanya dia. Hanya Orion atau tidak sama sekali. Aula istana yang luas hampir terasa sesak karena yang datang banyak berasal dari bagnsawan di negar ini juga dari luar ibu kota. Cleosana sengaja menyelenggarakan peseta besar-besaran agar semakin banyak orang yang tahu jika Cleosana adalah calon ratu Orion. Hanya dia yang berhak berada di samping Yang Mulia Raja. Petikan harpa mengalun merdu. Menyamarkan obrolan orang-orang yang hadir, sedangkan Orion duduk dengan di atas singgasananya sejak pesta mulai dipadati banyak orang. “Apa pesta ini kurang menarik?” tanya Cleosana pelan. Gadis itu duduk di sisi kanan Orion. Hanya saja, jika singgasan Orion berupa sebuah kursi megah dengan sandaran tinggi yang berkilau emas. Kursi Cleosana lebih rendah dengan sandaran yang juga pendek serta hanya terbuat dari perak. Orion menoleh malas padanya sambil menopang dagu, memandangi dari atas orang-orang yang sibuk dengan makanan, dengan para wanitanya atau dengan kawanan satu pendapat yang masih berpikir Orion tidak seharusnya menduduki tahta kerajaan saat ini. kisah lama yang tidak akan pernah ada habisnya sekali pun Orion membawakan meraka jantung kraken. “Pesta ini bagus,” ujar Orion. Hanya saja tidak adanya seseorang yang cukup untuk menarik perhatiannya lah yang membuat ia tidak bersemangat. “Apa kah My Lord membutuhkan sesuatu?” Belum juga Orion menjawab, Cleosana dengan cepat meminta pelayan untuk membawakan beberapa anggur dan sebotol kyekon. “Pesta ini tidak akan lengkap tanpa kedua hal itu bukan?” “Aku sudah sering memakan dan menghadiri pesta setiap kali kembali membawa kemenangan dari perang.” Pelayan yang diperintah untuk membawa anggur serta kyekon kembali dengan wajah sumringah dan tersenyum malu-malu sambil mendekati Orion. Dengan tangan yang telah memetik satu anggur pelayan itu mendekatkan ke wajah raja sebagaimana biasanya Orion dilayani. Namun, sorot mata Cleosana yang tajam sepertinya mampu membuat pelayan itu mundur ketakutan. Secepat kilat, Putri Cleosana merampas buah yang ada di tangan si pelayan. Untuk kemudian memerintah pelayan tersebut melalui isyarat untuk menjauh secepatnya. “Tapi yang ini berbeda,” ujar Cleosana. Dengan senang hati Cleosana lah yang menggantikan untuk menyuapi Orion. Di saat Orion menerima suapan dari Cleosana. Gadis itu merasa hatinya ingin ikut menjerit kegirangan. Apa pun … apa pun akan Cleosana lakukan agar Raja Orion hanya melihatnya. “Dari mana kau mendapatkan mereka?” tanya Orion. “Mereka?” “Para wanita itu.” Seketika senyum Cleosana surut berganti wajah cemburu. “Aku hanya menyediakan mereka agar  pria-pria yang datnag ke sini tidak kesepian. Tentunya wanita-wanita itu tidak pantas untuk melayani Yang Mulia,” jawabnya dengan nada mendayu. Ada sedikit kejengkelan yang disembunyikan Cleosana karena dengan bodohnya ia mengundang banyak perempuan sehingga Raja Orion tidak melihat ke arahnya. Padahal apa bagusnya wanita-wanita itu dibanding dirinya. Petikan harpa terhenti. Beberapa orang mulai menyingkir ke sisi saat beberapa pria dan wanita dengan busana serupa memenuhii lantai utama. Mereka melingkar dengan urutan satu pria dan dua wanita kemudian begitu seterusnya. Ketika musik dimulai pelan mereka membuat lingkaran dengan menautkan tangan mereka dipundak penari sebelahnya. Penari paling ujung akan mengibas sapu tangan. Hentakan kaki bergerak seiring dengan musik dari syrinx atau panpipes. Mulainya lambat dan semalin lingkaran manusia itu semakin besar semakin bertambah pula tempo musiknya dan gerakan kaki harus semakin lincah. Kalamantianos digarisbawahi sebagai tarian paling sederhana di mana gerakan melingkar membuatnya hidup hanya untuk diliputi kegembiraan murni. Sepatu para penari yang berbentuk khusus dengan bagian ujung jari yang bulat besar untuk menambah suara hentakan semakin kencang. Saat penari terakhir telah memasuki lingkaran dalan satu putaran mereka seolah berpencar dengan membentuk baris yang berbeda. Pada barisan depan orang-orang kembali menaruh tangan mereka untuk saling menempel di bahu. Sementara penari di belakang tidak mengikuti dan hanya memberi tepuk tangan yang seirama dengan langkah penari di depan mereka. Saat telah menyelesaikan gerakannya mereka yang di depan bertepuk tangan dan bergeser digantikan penari yang berbaris yang di belakang. Tepuk tangan kian riuh. Rakyat Yunani memang dikenal sebagai orang-orang yang mencintai tarian. Tari mengisi celah untuk kepribadian tumbuh, elemen bela diri tari adalah kekuatan persiapan yang paling signifikan.   “Yang Mulia….” “Ya?” “Apa anda tidak ingin menari bersama saya?” Jangan lupa senyum serta sorot wajah memelas yang ditampillkan Cleosana. “Sejak pesta ini dimulai, saya belum menerima ajakan siapa pun untuk turun ke lantai dansa.” “Haruskah?” Pada baris penari terakhir, semua penari laki-laki bergabung. Mereka masih membuat posisi melingkar dan dibawakan dengan meletakkan tangan ke bahu satu sama lain dengan langkah yang lebih kompleks dari sebelumnya. Kaki mereka yang bergerak serempak bahkan terkadang berlutut dengan satu kaki. Hentakannya juga lebih energik menyesuaikan petikan bouzuki, yakni alat musik yang termasuk dalam keluarga kecapi. Setelah alunan berangsur melambat penari wanita ikut bergabung dan kembali membuat lingkarang terbuka. Cleosana turun dari kursinya dan nyaris berlari untuk bergabung meraih tangan penari terakhir. Dengan senyum lebar dan gerakan yang luwes, Cleosana seolah tidak canggung sama sekali dengan tarian yang ia bawakan. Gaun yang ia gunakan berbeda dengan para penari tapi itu seakan tidak berpengaruh. Cleosana hafal jika sebentar lagi tarian ini akan berakhir, berganti dengan tarian yang hanya dilakukan oleh dua orang. Masing-masing dari mereka berpencar untuk mengambil pasang tariannya. Maka dari itu Cleosana juga melepaskan tangannya dan menghampiri Orion untuk kemudian meraih tangan lelaki itu untuk ikut bergabung. “Bukan kah anda telah berjanji untuk bersama saya jika pestanya digelar di istana?” senyum Cleosana mengembang penuh. Terlebih saat Orion tak menolak. Mereka lalu menautkan satu tangan ke atas kepala. Berputara sambil memandang satu sama lain. Cleosana merasa menjadi gadis paling bahagia malam ini. ***** Sepanjang sisa acara Cleosana terus tersenyum. Ajang menari tadi telah selesai, meski ia harus berkeringat dengan napas yang tak teratur oleh karena lelah dan juga perasaan berdebar yang begitu kuat saat bersama Orion tadi. Cleosana masih setia berada di pesta tersebut. Tidak ada penyesalan saat ia menuruti keinginan Orion yang memintanya untuk tidak menghadiri pesta di ibukota beberapa pekan lalu karena malam ini teramat sangat jauh lebih berharga. Cleosana meyakini, jika tak butuh waktu lama lagi baginya untuk naik tahta menjadi istri Orion sekaligus ratu di istana dan daratan Yunani ini. Cleosana mengambil satu minuman di meja panjang. Secara kebetulan telinganya mendengar percakapan para wanita di belakangnya. “Aku dengar juga begitu. Gadis yang diduga pembawa keabadian itu tewas di tempat oleh panah beracun.” “Benarkah? Yang aku dengar dia disembunyikan di suatu tempat, tapi seseorang memberinya racun.” “Bukannya di mati dibunuh saat dalam perjalanan diantar ke istana?” “Ah, aku tidak satu. Yang pasti menjadi gadis pembawa keabadian itu mengerikan,” ujar slah satunya dengan bahu bergidik. “Benar. Bisa jadi sebelum kau bisa menjadi istri dari Raja Orion kau sudah tamat.” Wanita tersebut menggerakkan tangannya di leher. “Tapi jika adalah gadis pembawa keabadian itu, aku akan langsung mendatangi istana, menemui Raja. Dia pasti akan langsung melindungiku karena tidak ingin kehilangan pembawa keabadian untuknya.” “Benar juga. Bukan kah menjadi istri Yang Mulia Raja pasti sangat menyenangkan.” Prang!! Clesoana membanting piala berisi minumannya ke lantai. Seketika suasana menjadi hening, semua perhatian tertuju padanya. Dengan sorot mata yang menyala-nyala, juga tarikan napas yang cepat, Cleosana melangkah cepat bak seekor predator yang siap memangsa burunannya. “Apa kau bilang?!!” Segerombol wanita yang terdiri dari empat orang itu terdiam menyadari pembicaraan mereka rupanya terdengar oleh Cleosana. “AKU BERTANYA SIAPA YANG MENGATKAN HAL TERAKHIR TADI?!!!” keempatnya masih diam, tetapi mata mereka melirik pada satu orang yang sama. Yang berkata bersedia menikah dengan Raja Orion. “Aku peringatkan sekali lagi. Jangan coba-coba bermimpi tentang menjadi istri Yang Mulia?! Hanya aku, Cleosana. Putri dari Jendral Bazyli yang boleh,” sentak Cleosana menunjuk wajah mereka satu per satu. “Sekarang, aku akan bertanya sekali lagi dan jika dari kalian tidak ada yang menjawab, maka akan perintahkan anak buah ayahku untuk mencambuk kalian semua!” Ancaman itu sukses membuat keempat wanita tersebut ketakutan, wajah mereka laksana kehilangan darah dantanpa perlu menunggu waktu mereka pun bersimpuh. Sujud meminta ampun pada Cleosana. “Ampuni kami Putri. Ampuni kami.” Dengan ujung sepatunya, Cleosana mengangkat satu wajah dari salah satu mereka. “Jawab aku, siapa yang mengatakan bersedia untuk menikah dengan Orion?” Pertanyaan itu terlontar dengan nada lebih pelan, namun juga lebih tajam. Hanya orang bodoh yang berpikir Cleosana tidak lagi marah. “Bukan, Tuan Putri. Bukan saya,” jawabnya gemetar. “Kalau begitu katakana siapa, sialan!!” Kesabaran Cleosana telah habis. “Pengawal!” “Ampun, Putri. Sungguh bukan saya yang mengatakannya.” Mereka meraih kaki Cleosana. “Bukan saya juga.” “Hamba tidak berani.” Tiga dari keempat mereka memohon dan hanya satu yang semakin gemetar, semakin dalam bersujud. Seorang wanita dengan rambut cokelat terang tak mengucapkan apa pun. Cleosana menghentakan kakinya hingga pegangannya ketiga lainnya terhempas. “Apa kau?” tanya Cleosana. “Saya … ss sa-say … saya meminta ma—aarggghh!!” Perkataan itu tidak tuntas karena Cleosana menjambaknya, menarik wanita itu untuk berdiri sebelum dilempar ke meja hingga membuat semua yang ada di atasnya berjatuhan. Beberapa orang menjerit, ada pula yang terkesiap dalam diam. Namun Cleosana tetap mencengkram wajah itu kemudian memecahkan botol kyekon hingga berbentuk runcing mengerikan. Cleosana kemudian mendekatkan ujungnya yang tajam ke pipi si wanita. “Kau tidak akan bisa mendapatkan Yang Mulia Raja dengan wajah yang cacat bukan.” Wanita tersebut tidak berani menjawab. Napasnya terdengar cepat tak beraturan ketakutan membuatnya tak sanggup berkata-kata. “Ada apa ini?” tanya Jendral Bazyli yang muncul tiba-tiba.  Cleosana menoleh sesaat hanya untuk kembali melayangkan tangan ke udara. “Berhenti!” Tangan Cleosana terangkat di udara. “Ayah bilang berhenti. Turunkan benda itu!” Dengan terpaksa Cleosana melempar botol di tangannya hingga hancur. Sementara Jendral Bazyli memberi isyarat pada prajurit yang sejak tadi berdiam diri untuk membawa wanita yang hampir dilukai oleh putrinya. “Kurung dia!” “Bersama tiga orang itu juga.” Cleosana menunjuk wanita lain yang bergosip tadi. Mereka terkejut, tapi sesaat kemudian ketiganya memelas, memohon untuk dilepaskan, tapi siapa yang bisa menolak putri dari jendral tertinggi di istana ini bukan. Kecuali sudah bosan hidup. Ketiganya tetap diseret keluar sambil terus memohon ampunan. “Kau baik-baik saja?” tanya Jendral Bazyli menghampiri putrinya. Tangan pria tua itu terulur hanya untuk dihempaskan oleh Cleosana. Sang Putri tampak masih marah karena ayahnya mencegah apa yang akan ia lakukan tadi. Cleosana berbalik dan menarik taplak meja hingga menimbulkan kegaduhan karena seisi meja pecah berjatuhan. Alih-alih meminta maaf, Cleosana langsung meninggalkan tempat itu dengan emosi yang masih membara. Jendral Bazyli menatap seluruh pengunjung pesta yang akan. “Pesta selesai. Kembalilah ke rumah masing-masing!” teriaknya menggelegar. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka yang ada di sana untuk segera angkat kaki. sebagian besar para bangsawan yang ikut juga kembali ke kediamannya meski dengan keadaan setelah jengkel, tapi mereka tentu tidak punya nyali untuk melawan. ***** “Cleo,” panggil Bazyli mengetuk pintu kamar sang Putri. “Cleosana.” “Jangan masuk.” Namun sebagai Jendral tentu bukan perkara sulit untuk membuka pintu putrinya yang belum terkunci. Melangkah masuk, Baazyli menemukan Cleosana sedang cemberut, duduk di ujung ranjang. “Ayah,” panggilnya. “Apa benar Raja Orion akan menikah dengan seorang gadis yang katanya akan membawa keabadian?” “Siapa yang mengatakan hal seperti itu pada putriku?” “Ayaaaahhh,” rengeknya seraya menghentakan kaki. Barang kali Jendral Bazyli adalah salah satu lelaki yang berkuasa dan ditakuti di negara ini, tetapidi dalam ruangan ini dia tetap lah seorang ayah yang hanya memiliki putri satu-satunya. Maka, untuk itu ia tidak akan membuat anak gadisnya ini patah hati dan bersedih hanya karena Orion lagi. Tidak selama dirinya masih hidup. “Ayah tidak mengerti apa yang kamu katakan,” kilahnya. “Tidak mungkin Ayah tidak mengerti, ayah adalah jendral tertinggi di negara ini.” “Cleosana, Jendral tertinggi tidak akan mendengarkan kabar yang tidak jelas seperti itu,” bujuknya. “Benarkah?” Tampaknya Cleosana mulai percaya dengan ucapan ayahnya. Bazyli pun menganggukan kepala secara meyakinkan. “Aku tidak akan bisa menerima siapa pun wanita yang akan bersama Yang Mulia Raja selain diriku. Sekali pun wanita yang dicari membawa keabadian untuk Raja Orion, aku tidak akan membiarkannya.” “Tenanglah. Kau hanya membuang-buang energi untuk alasan yang tidak jelas. Bukan kah sebaiknya kau tidur saja?” Jendral Bazyli lalu mengelus kepala putrinya untuk lebih menenangkan. “Jika aku marah-marah terus, kecantikanmu kaan berkurang dan Orion bisa saja tergoda wanita lain.” “Itu tidak baik,” ujar Cleosana memegangi kedua pipinya. “Baiklah, aku akan segera istirahat sekarang juga kalau negitu. Ayah sebaiknya kembali ke kamar.” Cleosana kemudian menarik sang jendral sekuat tenaga yang barang tentu akan kalah jika ayahnya tidak mengalah. Yang pasti Bazyli merasa tenang dan senang karean akhirnya Cleosana melupakan hal itu. Dalam hatinya berjanji ia akan memberikan segalanya … segala yang diinginkan putri kecilnya yang manis. ***** To Be Contine…. Glosarium : Tarian di atas merupakan tarian tradisional Yunani di masa lampau. Hanya saja saya menggabungkan beberapa tarian tersebut menjadi satu. Kalian bisa mencari nama-nama Tarian ini di you=tube jika ingin mengetahui gerakannya lebih jelas : 1. Kalamantianos. 2. Pentozali 3. Hassapiko
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN