Keputusan Arga

1603 Kata

"Aku akan memaafkanmu asal ...." Sengaja kujeda kalimatku, ingin melihat keseriusan dalam tatap mata Dira. "Asal apa, Mas?" tanya Dira dengan mata berbinar. Aku tersenyum sinis melihat ekspresinya. Dia pikir bisa kembali menjerat hatiku, padahal tidak. Dia pasti akan shock mendengar syarat maaf dariku ini. "Asalkan kamu berlapang d**a saat kuceraikan." Kalimatku itu membuat Dira tercekat. Dia mematung di sampingku tanpa bisa mengucapkan sepatah kata. Dia pasti tak pernah menyangka jika hari ini mungkin adalah hari terburuk setelah kepergian Mas Rangga dalam hidupnya. Detik ini, mungkin juga akan menjadi hari kepergianku dalam hidupnya. Hanya saja, aku dan Mas Rangga pergi dengan cara yang berbeda. Aku pergi membawa sakit hati yang teramat dalam sementara Mas Rangga pergi mencipta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN