Bukti

1604 Kata

"Emm ... anu, Mas. Aku cuma mau mengusap perut Karen kok. Dia lagi hamil 'kan?" Dira sangat gugup saat Mas Arga melangkah mendekat. Mas Arga masih menatapnya lekat. Sementara aku duduk di tepi ranjang sembari menatap perempuan itu. Kuambil handphone dari atas meja lalu memeriksa rekaman. "Sayang, aku sudah tanya dokter Elisa soal keadaanmu. Ternyata dugaanku benar kan? Kamu memang hamil," ucap Mas Arga tanpa menjawab pertanyaan Dira. Laki-laki itu mengacuhkan Dira begitu saja lalu buru-buru duduk di sampingku. Lagi-lagi aku melirik Dira yang kini masih menatapku dengan penuh amarah. Kesempatanku membuatnya semakin panas, setidaknya agar dia sadar bahwa Mas Arga begitu bahagia mendengar kehamilanku. Berbeda dengan kehamilannya saat itu yang ditanggapi Mas Arga dengan gelisah dan taku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN