Ancaman

1502 Kata

"Lagipula kamu tak harus selalu percaya segala ucapan istrimu itu, Mas. Kenapa kamu nggak sekalian tanya sama dia, darimana dia mengetahui semuanya? Padahal jelas dia tak mengenal Bara?" Mas Arga sedikit tersentak mendengar pertanyaanku. "Itulah kenapa aku selalu bilang jika perempuan itu bukanlah perempuan lemah seperti bayanganmu. Dia licik. Bisa menghalalkan segala cara demi ambisinya. Aku yakin dia memiliki banyak rencana tanpa sepengetahuanmu. Darimana dia tahu tentang semua ini kalau tak punya mata-mata. Atau dia sendiri yang selalu memata-mataiku setiap hari?" Mas Arga membulatkan kedua matanya saat menatapku. Secepat mungkin dia mengalihkan pandangannya ke Dira yang masih tercekat. Wajahnya mulai memucat. Dia tak tahu jika aku tak selemah bayangannya. Jika dia licik, aku akan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN