Jujur

1603 Kata

Mas Arga cukup kaget mendengar ancamanku. Kedua matanya bergerak-gerak mencari jawaban yang pas untuk membalas ucapanku. Mungkinkah kini Mas Arga bisa memilih keputusan yang tepat sesuai harapanku setelah dia tahu aku sedang berbadan dua? Ada benihnya dalam rahimku yang butuh kasih sayang dan waktunya secara utuh bukan sekadar sisa atau separuh waktunya saja. Bukannya aku egois, hanya saja aku tak suka memiliki madu seculas Dira yang bisa kapan saja menendangku begitu saja. Jika memang tak ada harapan dalam pernikahan ini, rasanya gugatan itu sudah sangat tepat. Tak perlu berharap lebih pada pernikahan yang memang tak pantas diharapkan. Percuma banyak berkorban jika dalam benak Mas Arga hanya Diralah yang paling benar. Aku lelah! "Sayang, aku nggak bermaksud meragukan kamu, hanya saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN