Draco terbangun tengah malam, dia mendengar tangisan Calla yang sepertinya sedang mendapatkan mimpi buruk. Sebisa mungkin Draco dengan hati-hati mengelusi punggung Calla, menghapus sisa-sisa keringat dingin yang membasahi dahi wanita cantik itu seraya bergumam, "Shht. Tenanglah Calla, semua akan baik-baik saja." Calla menangis dalam tidurnya, Draco benar-benar merasa bersalah, bahkan di dalam mimpi Calla dia selalu memikirkan Weylan. Weylan yang sudah mati karena Draco membunuhnya tanpa hati. "Lan, aku ingin ikut bersamamu, Lan!" "Tidak, Lan! Hisk." Draco mendekatkan tubuh Calla untuk ia peluk, Calla masih menangis, mengigau dalam tidurnya, "bukan Weylan, tapi Draco, kau hanya milikku dan semua orang akan tahu itu, Calla." bisik Draco yang semakin mengeratkan pelukannya. Wanita yang

