34- Bunda Melian

1096 Kata

Saat ini Draco hanyut dalam masa lalu yang muncul dalam ingatannya, masa lalu kelam yang bahkan lebih buruk dari yang siapapun bayangkan. Semengerikan itu? Bahkan Draco tak lebih dari seorang anak kecil saat itu terjadi. "Bunda, kau begitu menyayangiku, begitupun denganku." Draco bergumam, langkahnya membawanya berjalan ke dalam sebuah ruangan. Ruangan yang tersembunyi di balik tembok besar lorong ke delapan di lantai dua Kerajaan. Pintu ruangan itu terbuka, gelap, dan bau debu adalah hal pertama yang menyapa Draco. Di dalam sini adalah rumah keduanya, taukah kalian hampir setiap hari Draco habiskan berada di dalam ruangan ini dengan hanya menghitung bintang di pikirannya. Draco masuk dan kembali menutup rapat pintu masuk, sehingga tak ada lagi cahaya apapun yang menerangi ruangan gela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN